Indonesia Loloskan Resolusi PBB Tentang Solidaritas Global Atasi COVID-19 :: Nusantaratv.com

Indonesia Loloskan Resolusi PBB Tentang Solidaritas Global Atasi COVID-19

Indonesia Saat Ini Menjadi Anggota Executive Board WHO.
Indonesia Loloskan Resolusi PBB Tentang Solidaritas Global Atasi COVID-19
Ilustrasi. (Alodokter)

Jakarta, Nusantaratv.com - Indonesia untuk pertama kalinya, telah meloloskan resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) bersama Ghana, Liechtenstein, Norwegia, Singapura dan Swiss.

Resolusi itu berjudul 'Global Solidarity to Fight COVID-19' yang diputuskan secara aklamasi pada 2 April 2020 di Markas Besar PBB di New York, Amerika Serikat (AS).

Dikutip dari laman kemlu.go.id, sejak diumumkannya status pandemik global oleh WHO (World Health Organization) pada 11 Maret 2020, resolusi ini adalah produk pertama yang dihasilkan PBB terkait COVID-19.

Resolusi ini menekankan pesan politis tentang pentingnya persatuan, solidaritas dan kerja sama internasional dalam upaya mitigasi pandemi global COVID-19.

"Di situasi prihatin seperti ini sangat diperlukan kesatuan, solidaritas dan kerja sama internasional untuk dapat merespons COVID-19 secara tepat dan kolektif," kata Retno Marsudi, Menteri Luar Negeri (Menlu), Jumat (3/4/2020).

Sebab tidak ada satu negara yang imun terhadap virus yang telah menjadi pandemik dan sebabkan tingginya angka kematian di banyak negara.

Resolusi ini menyampaikan pesan kepada dunia internasional, PBB sebagai organisasi universal memiliki peran sentral untuk mengoordinasikan respon global. PBB juga harus dapat memberikan harapan kepada komunitas internasional dengan kerja sama, solidaritas, serta kebijakan yang tepat, setiap negara dapat mengatasi krisis ini.

Baca Juga: Prihatin, Xi Jinping Yakin Indonesia Pasti Bisa Atasi Wabah COVID-19

Peran PBB tercemin dalam resolusi, seperti meminta kerja sama negara-negara untuk menahan laju penyebaran virus, mitigasi dampak melalui pertukaran informasi, kerja sama pengetahuan para ilmuwan, serta praktik baik dari tiap negara.

Resolusi juga menegaskan peran sentral WHO di garda depan koordinasi dengan semua elemen masyarakat internasional. Secara khusus resolusi juga memberikan apresiasi kepada seluruh pekerja di bidang kesehatan, profesi medis, dan para peneliti yang terus bekerja di bawah kondisi yang sangat sulit.

"Sebanyak 188 negara anggota menjadi ko-sponsor resolusi yang merupakan jumlah yang signifikan dan pertama kali dalam sejarah PBB," ujar Dubes Dian Triansyah Djani, Wakil Tetap RI pada PBB.

Hal ini menunjukan meskipun dalam situasi pandemik, diplomasi Indonesia di PBB masih tetap berjalan dan PBB tetap melakukan tugas atau mandatnya.

Wakil Tetap RI juga menekankan resolusi ini telah disepakati secara virtual dan tanpa dilakukan pertemuan secara fisik, sebagai akibat dari kebijakan lockdown oleh Gubernur Negara Bagian New York.

Sesuai data WHO yang diambil pada 3 April 2020, secara global terdapat lebih dari 900.000 total kasus COVID-19 dengan angka kematian yang mencapai lebih dari 45.693 jiwa.

Indonesia merupakan salah satu negara anggota PBB yang cukup aktif dibidang diplomasi kesehatan. Indonesia saat ini adalah Ketua Foreign Policy and Global Health Initiative, suatu forum yang membahas dan memprakarsai isu kesehatan dan kebijakan politik multilateral yang beranggotakan Brazil, Norwegia, Perancis, Senegal, Thailand dan Indonesia.

Selain itu, Indonesia saat ini juga menjadi anggota Executive Board WHO, yakni badan eksekutif WHO yang membahas dan memutuskan arah kebijakan dan agenda kerja badan kesehatan dunia tersebut.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0