Indonesia Diminta Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Ancaman Cyber Virus Corona :: Nusantaratv.com

Indonesia Diminta Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Ancaman Cyber Virus Corona

Pandemi menciptakan peluang sempurna bagi peretas untuk meretas ke dalam jaringan
Indonesia Diminta Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Ancaman Cyber Virus Corona
(Abcnews)

Nusantaratv.com- Virus corona bukan satu-satunya ancaman yang dihadapi Indonesia saat ini. Serangan cyber juga meningkat, karena peretas mengeksploitasi kerentanan keamanan digital Indonesia selama wabah.

Pandemi menciptakan peluang sempurna bagi peretas untuk meretas ke dalam jaringan ketika perusahaan dan pekerja kantor beralih ke platform online untuk bekerja dari jarak jauh dan pengguna baru masuk ke dunia maya Indonesia.

"Ruang lingkup serangan siber besar karena tidak hanya menyebabkan kerugian ekonomi tetapi juga mengganggu infrastruktur penting yang digunakan untuk komunikasi," kata Wakil direktur Lembaga Penelitian dan Advokasi Kebijakan (ELSAM) Wahyudi Djafar dikutip The Star.

Kekhawatirannya dilatarbelakangi oleh dua serangan cyber baru-baru ini di Indonesia, yaitu "Zoombombing" gambar cabul yang mengganggu webinar Dewan TIK Nasional (Wantiknas) dan pelanggaran data 15 juta pengguna e-commerce rumahan unicorn Tokopedia.

Wahyudi juga memperingatkan bahwa data kesehatan sensitif pada Covid-19 mungkin rentan terhadap serangan siber, dengan pemerintah kurang transparan tentang siapa yang dapat mengakses data dan bagaimana mencegah akses ilegal ke data tersebut.

Pada 2017, ransomware bernama WannaCry membuat informasi online pasien tidak dapat diakses di rumah sakit Dharmais dan Harapan Kita di Jakarta.

"Peraturan yang berlaku di Indonesia “jauh dari cukup” untuk menghadapi badai serangan siber selama pandemi, dengan ketentuan yang gagal menetapkan hak konsumen jika terjadi serangan siber, "tambah Wahyudi.

Dia, oleh karena itu, meminta pemerintah untuk mengoptimalkan penggunaan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan peraturan terkait lainnya untuk bertindak melawan kejahatan dunia maya sambil menunggu pembahasan RUU perlindungan data yang telah lama ditunggu di DPR.

Menurutnya, penyedia platform juga harus mendidik konsumen mereka tentang cara menggunakan aplikasi mereka dengan aman.

Secara global, sebuah studi baru-baru ini oleh tim cybersecurity cycecurity firma akuntansi PricewaterhouseCoopers 'mengungkapkan bahwa peretas telah mengintensifkan upaya phishing mereka tiga kali lipat untuk mengeksploitasi ketakutan dan kerentanan orang-orang ketika mereka bekerja dan melakukan sebagian besar kegiatan mereka dari rumah selama pandemi.

Indonesia tidak asing dengan ancaman dunia maya, dengan Badan Siber dan Badan Enkripsi Nasional (BSSN) mencatat 12,9 juta serangan dunia maya pada tahun 2018.

Badan ini melaporkan bahwa jumlah serangan dunia maya juga tumbuh rata-rata 15 persen setiap tahun.

Baru-baru ini, aplikasi pengawasan pemerintah PeduliLindungi, yang digunakan untuk melacak dan melacak pasien yang dicurigai serta kasus Covid-19 yang dikonfirmasi, memicu kekhawatiran atas keamanan data pribadinya. 

Kementerian Komunikasi dan Informasi kemudian mengklarifikasi bahwa aplikasi tersebut aman digunakan dan berjanji untuk menghapus data pengguna setelah pandemi berakhir.

 

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0