Farhan Sebut Kasus Reinhard Sinaga Jadi Pelajaran Bagi Para Orangtua Dalam Menjaga Anak :: Nusantaratv.com

Farhan Sebut Kasus Reinhard Sinaga Jadi Pelajaran Bagi Para Orangtua Dalam Menjaga Anak

Anggota komisi l DPR-RI Muhammad Farhan mengaku prihatin atas munculnya kasus pemerkosaan ratusan pria oleh Reinhard Sinaga. Kasus ini penting bagi orangtuaku dalam menjaga anak-anaknya saat tumbuh dewasa.
Farhan Sebut Kasus Reinhard Sinaga Jadi Pelajaran Bagi Para Orangtua Dalam Menjaga Anak
Anggota komisi l DPR-RI dan mantan presenter Farhan

Jakarta, Nusantaratv.com - Mantan presenter televisi yang kini duduk di Komisi l DPR-RI Muhammad Farhan ikut bicara soal kasus Reinhard Sinaga. Menurut Farhan kejahatan yang dilakukankan Reinhard tidak terlepas dari gangguan kejiwaan yang dimilikinya, seperti yang tergambar dari putusan pengadilan di Manchester. Karena itu menurut Farhan kasus ini bisa jadi pelajaran bagi penting para orangtua dalam mendidik anak mereka.

"Ini memberikan banyak pelajaran bagi kita untuk menjaga dan mendidik anak remaja saat tumbuh dewasa." ujar Farhan saat dihubungi Rabu (8/1/2020).

Sementara Komisi l DPR sendiri menurut Farhan belum pernah membahas secara resmi masalah ini. Namun ia mengaku melakukan komunikasi yang intens dengan Direktorat Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia, Kemenlu RI.

"Dari komunikasi itu terungkap bahwa Kemenlu telah langsung melakukan pendampingan untuk RS dan keluarganya ketika dia ditahan sejak 2017 sampai vonis 6 Januari 2020. Kami sangat apresiasi langkah sigap Kemenlu apalagi ini adalah kasus kriminal besar." kata Farhan.

Farhan juga berharap dari kasus ini Kemenlu bisa menjadikannya sebagai standardisasi SOP penanganan  dan perlindungan WNI di luar negeri.

Terkait klaim media Inggris yang sebut Reinhard adalah pemerkosa terbesar di  Inggris yang disidangkan, Farhan menilai tidak bisa menyalahkan persepsi dan klaim media Inggris tersebut.

"Karena faktanya memang begitu. Bahkan kita mendapatkan info terungkap dengan lengkap dari media Inggris. Saya pun sangat menghargai pengadilan Manchester yang menutup publikasi kasus ini selama lebih dari dua tahun demi menjaga objektifitas jalannya pengadilan." lanjut Farhan.

Agar tak terjadi kejadian serupa, Farhan mengatakan edukasi keterbukaan komunikasi dalam keluarga menjadi pelajaran penting.

"Tidak ada satupun orang tua yang rela anaknya menjadi menyimpang bahkan melakukan kejahatan. Namun hal itu semua tidak "membatalkan" fakta bahwa dia tetap anak kita. Maka mari kita jaga komunikasi terbuka dalam keluarga, insha Allah setiap masalah akan mendapatkan solusi bersama." tutup Farhan.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0