Doni Monardo: Mudik Tetap Dilarang, Titik! :: Nusantaratv.com

Doni Monardo: Mudik Tetap Dilarang, Titik!

Menurutnya ada kesan yang salah dari masyarakat mengenai regulasi penanganan covid-19 terbaru
Doni Monardo: Mudik Tetap Dilarang, Titik!
Doni Monardo. (Ist)

Jakarta, Nusantaratv.com - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo menegaskan larangan mudik di tengah wabah virus corona masih berlaku. Hal ini dinyatakan Doni, menanggapi berubahnya kebijakan tentang pembatasan operasional transportasi umum dan diperbolehkannya orang dengan kriteria tertentu menjadi penumpangnya. 

Baca juga: Pembatasan Transportasi Dilonggarkan, Ini Orang-orang yang Boleh Jadi Penumpangnya 

"Saya tegaskan, tidak ada perubahan peraturan tentang mudik, artinya mudik dilarang," ujar Doni dalam konferensi pers di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Rabu (6/5/2020).

Doni tahu, terdapat kesan di masyarakat bahwa mudik tak lagi dilarang pasca adanya perubahan peraturan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

"Beberapa waktu terakhir kami dari Gugus Tugas mendapat kesan seolah-olah masyarakat boleh mudik dengan syarat tertentu atau adanya kelonggaran," tuturnya.

Kesan ada pelanggaran ini setelah munculnya Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nomor 4 Tahun 2020 tentang Kriteria Pembatasan Orang dalam rangka Percepatan Penanganan Coronavirus Disease (Covid-19) dan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Mudik Idul Fitri Tahun 1441 Hijriah dan Surat Edaran dari Menko Perekonomian.

Doni pun memastikan jika asumsi tersebut keliru. 

"Saya tegaskan sekali lagi, mudik dilarang, titik!" tegasnya. 

Adapun Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 muncul guna menyelesaikan persoalan mengenai terhambatnya pelayanan penanganan covid-19 dan pelayanan kesehatan akibat terbatasnya transportasi.

Seperti pengiriman alat kesehatan yang terkendala dalam menjangkau seluruh wilayah di Tanah Air. 

"Termasuk juga pengiriman tenaga medis, dan pengiriman spesimen setelah diambilnya dahak dari masyarakat yang diambil dengan metode PCR swab," tandas mantan Danjen Kopassus. 

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
1
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0