Diskusi Pancasila di Lemhanas, Menag Fachrul Razi Bahas Moderasi Beragama :: Nusantaratv.com

Diskusi Pancasila di Lemhanas, Menag Fachrul Razi Bahas Moderasi Beragama

Menag Fachrul Razi Katakan Kehidupan Beragama yang Diharapkan Adalah Kehidupan Beragama yang Sesuai Nilai-Nilai Pancasila.
Diskusi Pancasila di Lemhanas, Menag Fachrul Razi Bahas Moderasi Beragama
Menag Fachrul Razi menjadi panelis dalam Diskusi Panel Pancasila di Lemhanas, Jumat (6/3/2020). (Sugito/Dok. Humas Kemenag)

Jakarta, Nusantaratv.com - Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi menghadiri sekaligus menjadi panelis dalam Diskusi Panel Pancasila di Lemhanas (Lembaga Ketahanan Nasional) RI. Diskusi Panel Pancasila ini mengusung tema 'Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Indonesia Menghadapi Fundamentalisme Agama'.

Hadir mendampingi Menag Fachrul Razi, Gubernur Lemhanas RI, Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo. Diskusi yang mengupas secara mendalam implementasi nilai-nilai Pancasila itu digelar di Ruang NKRI Gedung Pancasila Lt.3 Barat Lemhanas RI Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (6/3/2020). 

Selain Menag, hadir juga sebagai panelis dalam diskusi, cendekiawan muslim Azyumardi Azra, dengan moderator Deputi Bidang Hubungan Kelembagaan dan Kemasyarakatan Kemsetneg RI, Mayjen TNI Achmad Yuliarto. Gelaran diskusi ini diikuti puluhan peserta program pendidikan reguler angkatan 60 Lemhanas. 

Menag Fachrul Razi mengatakan kehidupan beragama yang diharapkan adalah kehidupan beragama yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, di antaranya kehidupan beragama yang menghargai kesepakatan dan musyawarah bukan yang hanya mau menang sendiri.

"Kehidupan beragama yang memberi rasa keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia apa pun agama dan aliran agamanya. Kehidupan beragama yang dapat mempersatukan Indonesia bukan memecah belah," kata Menag Fachrul Razi, dilansir dari laman kemenag.go.id, Jumat (6/3/2020).

Baca Juga: Menag Fachrul Razi Akan Buka MTQ VIII di Kepri

Menteri asal Banda Aceh itu menegaskan kehidupan beragama yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila itu mustahil dapat dicapai bila umat beragama kukuh tidak menghargai umat beragama yang berbeda.

"Untuk itu diperlukan sikap beragama yang moderat seperti yang dipesankan Bapak Presiden Joko Widodo pada pembukaan kongres HMI di Ambon yang menekankan arti penting cara pandang dan sikap beragama yang moderat," lanjut Menag Fachrul Razi.

"Hal ini penting bagi modal pembangunan nasional. Karakter dan kepribadian umat bergama yang moderat akan menciptakan suasana sosial yang aman dan damai," tambahnya.

Untuk memoderatkan kehidupan bergama itu diperlukan moderasi beragama yang mengedepankan keseimbangan, jalan tengah atau jalan terbaik bagi semua orang untuk tetap pada ajaran agamanya. "Yang dimoderatkan itu bukan agamanya melainkan cara beragama di tengah umat berbagai agama yang ada," tukas menteri asal Banda Aceh itu.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0