Disebut Punya Lahan Luas di Ibu Kota Baru, Sukanto Tanoto Pengusaha Taipan yang Sekolahnya Pernah Ditutup Soeharto :: Nusantaratv.com

Disebut Punya Lahan Luas di Ibu Kota Baru, Sukanto Tanoto Pengusaha Taipan yang Sekolahnya Pernah Ditutup Soeharto

Sedang trends saat ini sosok Sukanto Tanoto. Dia disebut-sebut memiliki lahan luas di ibu kota baru. Dia harus mengembalikan konsensi lahan yang selama ini dikuasai untuk bisnisnya.
Disebut Punya Lahan Luas di Ibu Kota Baru, Sukanto Tanoto Pengusaha Taipan yang Sekolahnya Pernah Ditutup Soeharto
Sukanto Tanoto

Jakarta, Nusantaratv.com - Presiden Jokowi telah menetapkan provinsi Kalimantan Timur sebagai ibu kota baru. Di sana pula tersebar lahan luas yang dikuasai konglomerat Sukanto Tanoto.

Lahan Hutan Tanaman Industri (HTI) yang dikuasai Sukanto Tanoto tersebut berada di area PT ITCI Hutani Manunggal (IHM).

Konsensi lahan yang dikuasai Sukanto Tanoto itu menjadi menarik karena akan ada dampak bagi usaha yang dijalaninya di sana.

"Tentu saja rencana pemerintah ini akan berpengaruh bagi kegiatan operasional, namun, kami percaya pemerintah akan memberikan pertimbangan dan solusi dalam hal ini," kata Corporate Affairs Director APRIL Group Agung Laksamana, mengutip CNNIndonesia.com.

Sosok Sukanto Tanoto kemudian banyak dicari tahu orang, siapa Dia sebenarnya?

Berdasarkan penggalian profilnya di Wikipedia, rupanya Sukanto Tanoto pernah punya masa lalu yang kurang mengenakan. Dimana ketika dirinya bersekolah di sekolah Tiongkok yang ada di tanah air, ditutup operasionalnya oleh Rezim Soeharto.

Mirisnya, Sukanto Tanoto tak bisa masuk sekolah nasional mengingat sang ayah masih berstatus warga negara Tiongkok.

Alhasil karena tak bisa sekolah, Sukanto Tanoto belajar di rumah secara otodidak. Ajaib, dia walau tak menempuh pendidikan formal mampu mempelajari bahasa Inggris dengan baik.

Ketika beranjak dewasa, Sukanto Tanoto ditinggal sang ayah yang meninggal secara mendadak. Dari situ dia terpaksa harus melanjutkan bisnis keluarga. Hasilnya bisa dilihat saat ini. Dia sukses menjalani bisnisnya hingga sampai akhirnya lahan yang dikuasai selama bertahun-tahun di Kalimantan Timur harus dikembalikan untuk pembangunan ibu kota baru.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0