Capai 50 Derajat, cuaca Jadi Tantangan Layanan Transportasi Haji :: Nusantaratv.com

Capai 50 Derajat, cuaca Jadi Tantangan Layanan Transportasi Haji

Mental petugas layanan transportasi haji tahun ini harus lebih kuat
Capai 50 Derajat, cuaca Jadi Tantangan Layanan Transportasi Haji
Cuaca panas di Arab Saudi menjadi tantangan tersendiri. (ihramalila.com)

Jakarta, Nusantaratv.com - Suhu udara di Arab Saudi saat ini yang mencapai 42 derajat, dan diperkirakan pada pelaksanaan ibadah haji 1440H atau 2019 bisa mencapai 50 derajat menjadi tantangan tersendiri bagi petugas layanan transportasi haji. 

Utamanya layanan bus shalawat yakni bus pengantar jamaah dari hotel menuju Masjidil Haram, pergi maupun pulang.

Hal itu dikatakan Sri Ilham Lubis, Direktur Layanan Haji Luar Negeri, di Jakarta, yang dikutip nusantaratv dari situs resmi Kemenag, Kamis (27/6/2019).

Dikatakannya, para petugas ini harus bertugas di titik-titik pemberhentian bus yang tidak dilengkapi tempat berteduh, demi memberikan layanan kepada jamaah.

Berbeda dengan halte di Jakarta, tempat pemberhentian layanan transportasi di Makkah hanya berupa bendera Merah Putih. Panitia Penyelenggaran Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi telah menyiapkan 56 halte dan tiga terminal bus shalawat di Makkah.

"Mental petugas layanan transportasi haji tahun ini harus lebih kuat. Cuaca yang sangat panas, serta jumlah jamaah yang bertambah, menjadi tantangan petugas untuk memberikan layanan terbaik. Apalagi, jumlah petugas sama dengan tahun lalu," lanjut Sri saat memberikan bimbingan teknis kepada para petugas layanan transportasi darat bagi jamaah haji selama di Arab Saudi, Rabu (26/6/2019).

"Layanan bus shalawat akan diberikan kepada semua jamaah. Tahun sebelumnya, hanya 91% jamaah," tambahnya.

Sri menambahkan, layanan bus ini akan dilakukan selama 24 jam, sehingga jamaah tidak perlu khawatir akan tidak adanya bus. Hanya saja, untuk menghindari kepadatan, jamaah diimbau untuk berangkat ke Masjidil Haram lebih awal satu sampai dua jam sebelum waktu shalat.

"Begitu juga saat akan kembali ke hotel, diharapkan tidak bersamaan, tapi menunggu satu atau dua jam usai salat jamaah," tutur Sri.

Selain shalawat, jamaah haji Indonesia selama di Arab Saudi juga mendapat layanan transportasi antar kota perhajian (Madinah-Makkah-Jeddah atau Jeddah-Makkah-Madinah) dan masyair (Arafah-Muszdalifah-Mina).

Sebagaimana shalawat, layanan antarkota perhajian dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Sedangkan layanan transportasi Masyair dilakukan oleh pemerintah Arab Saudi.

"Sebagai panduan petugas dan jamaah, PPIH Arab Saudi telah menerbitkan Buku Saku Layanan Transportasi," tukas Sri.

Bimtek petugas layanan transportasi darat berlangsung di Cirebon, Jawa Barat (Jabar), selama tiga hari, 26 – 28 Juni 2019. Kegiatan ini diikuti oleh 100 peserta terdiri dari calon PPIH Arab Saudi bidang transportasi pada daerah kerja (daker) bandara, Madinah, dan Makkah, petugas angkutan shalawat, serta pegawai Ditjen PHU dan Kankemenag Cirebon.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0