Arab Saudi Serahkan Cek Santunan Crane Jatuh Rp85 Miliar, Menag: Bentuk Tanggung Jawab yang Patut Diapresiasi :: Nusantaratv.com

Arab Saudi Serahkan Cek Santunan Crane Jatuh Rp85 Miliar, Menag: Bentuk Tanggung Jawab yang Patut Diapresiasi

Kedutaan Besar RI di Riyadh memastikan bahwa pada akhir Agustus 2019, pihaknya telah menerima cek santunan bagi korban jatuhnya crane.
Arab Saudi Serahkan Cek Santunan Crane Jatuh Rp85 Miliar, Menag: Bentuk Tanggung Jawab yang Patut Diapresiasi
Crane jatuh Masjidil Haram pada Jumat (11/9/2015). (Istimewa)

Jakarta, Nusantaratv.com - Pemerintah Kerajaan Arab Saudi telah memberikan cek senilai 6,133 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp85,1 miliar sebagai santunan bagi jamaah haji korban crane jatuh di Masjidil Haram, Makkah, pada 11 September 2015.

Kedutaan Besar RI di Riyadh memastikan bahwa pada akhir Agustus 2019, pihaknya telah menerima cek santunan bagi korban jatuhnya crane pada musim haji 1436H/2015M.

Baca: Negara di Afrika Ini Berniat Contoh Manajemen Haji Indonesia

Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin mengapresiasi komitmen Kerajaan Saudi Arabia. "Ini bentuk pertanggungjawaban dan kepedulian yang amat patut diapresiasi," ujar Menag Lukman, di Jakarta, dilansir dari laman Kemenag, Senin (2/9/2019).

Menag Lukman menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepedulian Pemerintah Saudi Arabia terhadap ahli waris dan keluarga para korban jatuhnya crane.

Sebelumnya, KBRI Riyadh dalam rilisnya menyebutkan bahwa cek santunan yang telah diterima senilai USD 6,133 atau setara SAR 23 juta, atau senilai Rp85,1miliar.

Baca: Video Kebakaran di Mina, Menag: Bukan Tenda Jamaah Haji Indonesia

"Kementerian Agama siap membantu Kementerian Luar Negeri untuk mempercepat finalisasi administratif terkait penyampaian dana santunan kepada para korban luka berat dan cacat permanen serta para ahli waris korban meninggal dunia," tegas Menag Lukman. 

Diketahui, jatuhnya alat berat crane di Masjidil Haram terjadi pada Jumat (11/9/2015). Tercatat lebih dari 100 orang wafat dan lebih 200 orang luka akibat peristiwa tersebut. Selain dari Indonesia, mereka berasal dari Pakistan, India, Bangladesh, Malaysia, Turki, Aljazair, Iran, Irak, Libia, Afghanistan dan Mesir.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0