Apresiasi Pengamat Soal Mimpi Jokowi Wujudkan Transportasi Jakarta Seperti Singapura :: Nusantaratv.com

Apresiasi Pengamat Soal Mimpi Jokowi Wujudkan Transportasi Jakarta Seperti Singapura

Kata Djoko, ia mengapresiasi Jokowi yang telah membentuk Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ).
Apresiasi Pengamat Soal Mimpi Jokowi Wujudkan Transportasi Jakarta Seperti Singapura
MRT di Singapura, sisi lain Singapura yang di kagumi banyak wisatawan

Jakarta, Nusantaratv.com -Mimpi Presiden Joko Widodo untuk mewujudkan transportasi di DKI Jakarta menjadi seperti Singapura mendapat apresiasi dari Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno. 

Kata Djoko, ia mengapresiasi Jokowi yang telah membentuk Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ). Namun sayangnya Badan ini tidak memiliki kewenangan sebagai sebuah badan otoritas seperti halnya LTA di Singapura. Apalagi organisasi BPTJ yg baru mulai efektif bekerja pada tahun 2016 memiliki anggaran yang sangat terbatas.

"Meskipun memiliki memiliki anggaran dan kewenangan yang terbatas BPTJ sudah mampu menghasilkan kinerja yang cukup baik yaitu Angkutan JR Conection, JA conection, Kebijakan Ganjil Genap pintu masuk Tol,"ujar Djoko pada Senin (10/6/19).

"Dari hasil perhitungan, kebijakan ganjil genap tersebur ternyata membawa dampak positif, seperti peningkatan angkutan umum 36%, penurunan emisi 20%, peningkatan kecepatan pada ruas ganjil genap dan berhasil mendukung Asian Games 2018 dan Asian Paragames 2018," sambungnya.

BPTJ kata Djoko, juga bisa menyelesaikan Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2018 tentang Rencana Induk Transportasi Jabodetabek (RITJ) yang ditandatangani Presiden tanggal 20 Juli 2018 dan ini merupakan satu satunya rencana induk yang ditandatangani oleh Presiden. 

Oleh karena itu ia menyarankan, agar pembenahan transportasi Jabodetabek dapat terwujud solusinya adalah memperkuat BPTJ menjadi Badan Otoritas yg memiliki kewenangan penuh di bawah Presiden langsung. Hal ini mengingat penyelesaian permasalahan transportasi di wilayah ini. Tidak melulu hanya masalah pembiayaan, namun juga penataaan yang bersifat lintas wilayah administratif dan juga kemampuan sumber daya manusia yang tidak mungkin dilimpahkan ke Pemprov DKI Jakarta. (Cal) 

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0