Aplikasi Pendaftaran Umrah Siskopatuh Bakal Ditutup Sementara, Mengapa? :: Nusantaratv.com

Aplikasi Pendaftaran Umrah Siskopatuh Bakal Ditutup Sementara, Mengapa?

Arfi Hatim Minta PPIU Melakukan Penjadwalan Ulang Keberangkatan Bagi Jamaah Umrah yang Telah Mendaftar.
Aplikasi Pendaftaran Umrah Siskopatuh Bakal Ditutup Sementara, Mengapa?
Ilustrasi ibadah umrah. (Istimewa)

Jakarta, Nusantaratv.com - Layanan pendaftaran umrah dalam aplikasi Siskopatuh (Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus) bakal ditutup sementara. Kementerian Agama (Kemenag) akan melakukan penutupan tersebut pada Kamis (12/3/2020).

"Siskopatuh kami tutup sementara. Ini dilakukan menyusul kebijakan pemerintah Arab Saudi untuk menghentikan sementara ibadah umrah atau ziarah," kata Arfi Hatim, Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus di Jakarta, dilansir dari laman kemenag.go.id, Rabu (11/3/2020).

Surat pemberitahuan juga telah diterbitkan. Arfi menyebut surat pemberitahuan itu ditujukan pada Pimpinan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Umrah, dan Perusahaan Asuransi Perjalanan Ibadah Umrah.

"Selama ditutup sementara, maka tidak menerima pendaftar baru," tuturnya.

Kebijakan yang diambil sangat beralasan. Sebab, ungkap Arfi, sampai saat ini belum ada kepastian dicabutnya kebijakan penangguhan sementara akses masuk ke Arab Saudi. "Aplikasi akan kami buka kembali setelah mendapatkan kejelasan tentang pencabutan penghentian sementara ibadah umrah oleh Pemerintah Arab Saudi," tambah Arfi. 

Baca Juga: Sejak Akhir Februari, 43.874 Jamaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Dia meminta PPIU melakukan penjadwalan ulang keberangkatan bagi jamaah umrah yang telah mendaftar. "Tetap mengutamakan kepentingan jamaah, dengan tidak membebankan biaya tambahan kepada jamaah termasuk jamaah yang telah memiliki jadwal setelah kebijakan Pemerintah Arab Saudi diberlakukan," terangnya. 

Jika ada pembatalan jamaah umrah, sebut Arfi, maka PPIU wajib melapor kepada Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus cq. Kasubdit Pemantauan dan Pengawasan Umrah dan Haji Khusus melalui email: pembatalan.siskopatuh@gmail.com.

Sementara itu, Noer Aliya Fitra, Kasubdit Pengawasan Umrah, mengungkapkan ada 2.393 jamaah Indonesia yang tertunda keberangkatan akibat kebijakan Arab Saudi yang diterbitkan pada 27 Februari 2020. 

Mereka berasal dari 75 Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), yang diangkut oleh delapan maskapai penerbangan. Di luar itu, tercatat 1.685 jamaah yang sempat tertahan di negara ketiga pada saat transit dan saat ini telah dipulangkan kembali ke Tanah Air oleh maskapai sesuai kontraknya.

"Sedangkan jamaah yang sudah terdata lunas biaya penyelenggaraan ibadah umrah di Siskopatuh per tanggal 4 Maret 2020 sebanyak 32.994 jamaah," imbuhnya.

"Mereka awalnya terjadwal akan diberangkatkan dalam rentang 28 Februari sampai 31 Mei 2020," tukas Nafit, sapaan akrabnya.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0