Alat PCR Deteksi COVID-19 Bakal Didistribusikan ke 12 Provinsi :: Nusantaratv.com

Alat PCR Deteksi COVID-19 Bakal Didistribusikan ke 12 Provinsi

Alat PCR Didatangkan Dari Roche Swiss Atas Upaya Kementerian BUMN Dari Roche Swiss.
Alat PCR Deteksi COVID-19 Bakal Didistribusikan ke 12 Provinsi
Arya Mahendra Sinulingga (Staf Khusus Menteri BUMN). (Dume Harjuti Sinaga/Humas BNPB)

Jakarta, Nusantaratv.com - Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 segera mendistribusikan Lab Test Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk mendeteksi seseorang positif atau negatif virus corona (COVID-19) ke sejumlah provinsi di Indonesia.

Saat ini satu alat PCR telah terpasang di salah satu rumah sakit di DKI Jakarta. Selain di DKI Jakarta, sebelas provinsi penerima alat ini, di antaranya Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Lampung, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan dan Papua.

Menurut Arya Mahendra Sinulingga, Staf Khusus Menteri BUMN (Badan Usaha Milik Negara), perakitan alat ini memerlukan waktu beberapa hari serta membutuhkan kehati-hatian yang tinggi. Dia juga menjelaskan jika alat ini harus terpasang di ruang tekanan negatif.

"Kalau rumah sakit sudah punya tempat namanya negative pressure, maka sudah bisa alat tersebut digunakan. Dan banyak item-item lain yang disesuaikan dengan kriteria sebuah lab, apalagi lab virus seperti ini yang harus sesuai standar Kementerian Kesehatan," kata Arya saat konferensi pers di Graha BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), Jakarta, Rabu (8/4/2020).

Baca Juga: Ini Hal-hal yang Diatur dalam PSBB Jakarta 

Lebih lanjut, Arya menyebut dua buah RNA Extractor automatic dan 18 detektor PCR dapat mengetahui hasil tes positif atau negatif COVID-19 pada 9.000 hingga 10.000 orang per hari. Dijelaskannya, dalam rentang waktu satu bulan akan dapat mencapai 300.000 tes, apabila dalam satu hari bisa dilakukan 5.000 hingga 10.000 tes.

Alat ini berhasil didatangkan dari Roche Swiss atas upaya Kementerian BUMN dari Roche Swiss. Alat ini merupakan alat yang diburu oleh berbagai negara yang bersamaan terjangkit pandemik COVID-19.

Melalui pengadaan logistik peralatan ini, Arya berharap fasilitas kesehatan semakin cepat dan mudah mendata berapa banyak masyarakat yang positif tertular COVID-19. Dengan begitu, upaya penyembuhan serta memutus rantai penularan akan semakin mudah.

"Ini langkah cepat supaya bisa mengantisipasi kondisi corona yang ada di Indonesia. Semua negara berebutan karena hampir seluruh dunia terkena corona," tukas Arya.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0