Ahli: Wabah Corona Indonesia Sampai 2021 :: Nusantaratv.com

Ahli: Wabah Corona Indonesia Sampai 2021

Karena itu Hermawan meminta masyarakat hidup berdampingan dengan covid-19
Ahli: Wabah Corona Indonesia Sampai 2021
Sebaran virus corona di Indonesia.

Jakarta, Nusantaratv.com - Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Dr Hermawan Saputra, memperkirakan wabah virus corona di Indonesia akan terus ada sampai 12 bulan ke depan atau tahun 2021. Karena itu masyarakat diminta bersiap untuk hidup berdampingan dengan covid-19.

Baca juga: Nyaris 500 Orang di Jakarta Meninggal Akibat Covid-19

Hal ini disampaikan Hermawan menanggapi wacana pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB) oleh pemerintah. Walau begitu ia menegaskan bahwa hidup berdampingan bukan berarti berdamai dengan corona seperti narasi pemerintah.

Berdampingan dengan corona merupakan pilihan paling sesuai mengingat Indonesia dinilai sudah terlambat dalam menangani wabah.

"Jadi sampai 12 bulan ke depan, jadi virus corona masih akan terus ada. Kami bukan menakut-nakuti, tapi hasil penelitian menyimpulkan bahwa ini akan berlangsung sampai 12 bulan. Jadi kami memberikan saran berdampingan degan covid-19, bukan berdamai," ujar Hermawan di TV One, Rabu (20/5/2020).

Menurut Hermawan, sejak awal Indonesia seharusnya mengimbangi kecepatan penularan corona. Tapi sayang, kata dia penerapan PSBB yang longgar sejak awal, serta perilaku masyarakat membuat kecepatan penularan corona tidak dapat dibendung.

"Kalau awalnya dulu kita bermaraton dengan covid-19, kita adu cepat dengan virus. Tapi kemudian karena ini kemudian menjadi luar biasa, ada penularan lokal, dan fenomena gunung es," tutur dia.

Perkiraan pandemi covid-19 bertahan sampai 12 bulan dinilai masuk akal, karena penularannya yang luar biasa. Sebab berkaca dari Jakarta, menurutnya, lebih dari setengah juta warga Ibu Kota sudah terinfeksi corona.

"Di DKI itu 533.0000 itu sudah bisa kena covid-19, nah saran kita itu berdampingan bukan berdamai. Kalau PSBB ini kan intervensi longgar, ya dipertahankan (jangan makin dilonggarkan)," kata Hermawan.

Ia pun mengingatkan risiko berlarut-larutnya wabah maupun penanganan corona akan berdampak serius pada bidang kesehatan. Mengingat, Indonesia memiliki keterbatasan infrastruktur kesehatan, terutama jumlah tenaga kesehatan.

"Ini walaupun angkanya ribuan (ratusan ribu dokter), ini sangat kecil dibandingkan jumlah penduduk Indonesia. Idealnya perbandingan jumlah dokter dan penduduk adalah 1:1.500, tapi di Indonesia 1:150.000. Ini jauh dari kata cukup," jelasnya.

Guna menghadapi skenario covid-19 bertahan hingga 12 bulan, ia menyarankan pemerintah mengoptimalkan PSBB. Pemberlakuan PSBB bisa diterapkan dengan intervensi lentur, kadang ketat, tapi kadang bisa dilonggarkan agar efek ekonominya tak terlalu berat.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0