Wapres Ma'ruf Targetkan Stunting Turun Jadi 20 Persen :: Nusantaratv.com

Wapres Ma'ruf Targetkan Stunting Turun Jadi 20 Persen

Di Bali sendiri angka stunting tergolong rendah
Wapres Ma'ruf Targetkan Stunting Turun Jadi 20 Persen
Wapres Ma'ruf Amin saat berkunjung ke Bali

Jakarta, Nusantaratv.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyebut pemerintah menargetkan angka anak yang terkena stunting atau gizi buruk, turun dari 27 persen menjadi 20 persen.

Pernyataan ini disampaikan Ma'ruf saat mengunjungi Posyandu Desa Pecatu, Kabupaten Badung, Bali, Kamis (31/10/2019). Ma'ruf di Bali lantaran membuka konferensi Indonesian Palm Oil Conference IPOC 2019, di Nusa Dua. 

Baca juga: Wapres Ma'ruf: Sawit Telah Ciptakan Sentra Ekonomi Baru 

"Saya lihat upaya-upaya pencegahan stunting dilakukan secara sistematis. Karena stunting itu harus diantisipasi sejak Ibu hamil sampai 1.000 hari. Tapi juga dilakukan lewat pemahaman tentang stunting dari remaja, pra nikah itu sudah paham bagaimana penanganan masalah stunting itu saya kira langkah yang harus kita pertahankan," ujar Ma'ruf. 

Ma'ruf mengatakan, angka stunting di Bali saat ini tergolong rendah, yakni 16 persen. Padahal angka stunting secara nasional 27 persen, dan standar internasional itu 20 persen. Ia mengapresiasi capaian tersebut. 

"Kita ingin juga mengembangkan penanganan stunting seperti di Bali di seluruh Indonesia. Ini menjadi contoh baik, kalau kita ingin dari 27 (persen) itu bisa kita turunkan menjadi 20 sesuai dengan standar internasional," kata dia. 

"Bali sudah 16 persen, penanganan cukup bagus dan pencegahannya. Saya melihat tadi itu mulai pemeriksaan awal masyarakat diperiksa untuk melakukan pencegahan penyakit jadi memang ke depan kita penaganan kesehatan lebih kepada pencegahannya bukan pada pengobatannya," sambung Ma'ruf. 

Ma'ruf berharap, upaya pencegahan stunting dilakukan sebelum seseorang terkena stunting.

"Sudah ada penyakit tingkat awal maka kita sudah antisipasi itu. Tidak seperti orang datang kerumah sakit lalu sudah stadium tinggi jadi biayanya mahal. Bagaimana menggunakan puskesmas itu sebagai upaya-upaya pencegahan bukan pengobatan," papar dia. 

Pemerintah juga akan melakukan koordinasi hingga dana yang tersebar untuk stunting itu bisa disatukan. Ke depan, Ma'ruf ingin stunting di Indonesia bisa sesuai standar internasional sebesar 20 persen dan mengupayakan turun 7 persen.

"Nanti kita upayakan pola-pola penanganan itu supaya seragam sehingga capaian itu jelas. Terutama daerah-daerah yang masih tinggi ini. Termasuk penggunaan dana desa untuk penanganan stunting dan juga dana-dana yang lain semua sektor di situ ada dana kita akan koordinasikan," tandasnya. 

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0