Wali Kota Cimahi Masih Pikirkan Sanksi Tepat bagi Pelanggar PSBB :: Nusantaratv.com

Wali Kota Cimahi Masih Pikirkan Sanksi Tepat bagi Pelanggar PSBB

Karena ia mengakui sejauh ini masih ada warganya yang tak mematuhi anjuran pemerintah
Wali Kota Cimahi Masih Pikirkan Sanksi Tepat bagi Pelanggar PSBB
Wawancara Wali Kota Cimahi Ajay M Priatna di NTV.

Cimahi, Nusantaratv.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil telah mengirimkan surat pengajuan surat pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk wilayah Bandung Raya, kepada Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Kamis (17/4/2020). 

Baca juga: Anies Mau PSBB Diperpanjang 

Jika disetujui, PSBB yang meliputi wilayah Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi dan Sumedang itu, mulai diberlakukan pada 22 April 2020.

Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna, mengaku tengah memikirkan sanksi agar penerapan PSBB berjalan optimal.

"Kami agak sedikit berpikir itu (sanksi). Saya candain pakai sanksi pidana, tapi dikhawatirkan itunya (penjara) penuh, sementara kemarin (narapidana) dikeluar-keluarin," ujar Ajay berseloroh, dalam wawancara pada program Nusantara Siang di Nusantara TV (NTV), Jumat (17/4/2020). 

Pihaknya tengah berdiskusi mengenai sanksi paling tepat yang efektif dijatuhkan bagi para pelanggar PSBB. Agar efek jera nantinya timbul di masyarakat. 

"Kita sedang pikirkan sanksinya. Karena kalau tidak ada sanksi, kami khawatir tidak optimal hasilnya," kata dia. 

Meski begitu, menurut Ajay sesungguhnya PSBB telah diterapkan di Cimahi secara kecil-kecilan. Sejumlah pembatasan telah diberlakukan di wilayah itu, seperti pengaturan operasional toko dan restoran atau rumah makan. 

"Sebetulnya di kami ini semi PSBB-nya sudah kami lakukan. Misalnya, toko selain menjual bahan makanan kami tutup, toko lainnya kami batasi sampai jam 17.00. Restoran tidak boleh menerima tamu di tempat, hanya boleh take away," tuturnya. 

Namun, Ajay mengakui bahwa hingga kini tak sedikit masyarakat yang tidak mengikuti anjuran pemerintah dalam penerapan social distancing. Hal ini nyata ia temui saat menertibkan warga para pelanggar. 

"Kami dengan TNI-Polri sering (patroli) sebetulnya, termasuk saya sendiri sering turun. Kemarin saya menutup beberapa toko yang masih bandel. Tapi itu tadi, seakan-akan ini untuk kepentingan kita, diberesin satu, kita pergi, ngumpul lagi ini yang harus terus dilakukan," jelas dia. 

Karena itu ia berharap ditemukan formulasi yang tepat, sehingga PSBB berjalan maksimal. Sampai akhirnya kasus penularan corona di Cimahi bisa turun, sehingga seluruh aktivitas warga bisa kembali seperti sediakala.

"Kita sedang membuat sinergi, mekanisme bagaimana ini (PSBB) jangan sampai mubazir juga. Jangan sampai kita 14 hari menjalankan ini mubazir, dengan perilaku masyarakat yang enggak ada bedanya," tandasnya. 

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0