Wagub Jatim Minta Masyarakat Tidak Panik Hadapi Ancaman Bencana Hidrometeorologi :: Nusantaratv.com

Wagub Jatim Minta Masyarakat Tidak Panik Hadapi Ancaman Bencana Hidrometeorologi

Hadapi Ancaman Bencana Hidrometeorologi, Wagub Jatim Minta Masyarakat Tidak Panik Namun Tetap Waspada
Wagub Jatim Minta Masyarakat Tidak Panik Hadapi Ancaman Bencana Hidrometeorologi
Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak saat mengunjungi Kantor BPBD Provinsi Jatim, Sidoarjo/ Kemendagri

Sidoarjo, Nusantaratv.com - Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur (Jatim), Emil Elestianto Dardak meminta kepada seluruh masyarakat Jatim untuk tidak panik akan adanya ancaman Bencana Hidrometeorologi atau bencana yang dipengaruhi oleh faktor cuaca seperti banjir, longsor, dan puting beliung.

"Masyarakat memang harus waspada apalagi usai melihat kondisi banjir yang terjadi di Jabodetabek. Namun, masyarakat jangan sampai panik dan tetap tenang. Semua elemen masyarakat harus bersiap-siap, sehingga ketika bencana terjadi semua sudah tertata," ujar Wagub Jatim di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jatim, Sidoarjo, Kamis (2/1/2019).

Wagub Jatim menjelaskan, pihaknya bersama OPD terkait di lingkup Pemprov Jatim dan instansi vertikal telah melakukan koordinasi untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Selain itu, juga melakukan pengecekan dan inventarisasi segala ketersediaan peralatan termasuk alat berat untuk melakukan evakuasi saat bencana terjadi.

Baca Juga: Gubernur Jatim Minta OPD Cepat Tanggap Atasi Banjir

Untuk itu, pada saat peninjauan tersebut, Wagub Jatm menyempatkan diri mengecek secara langsung peralatan pengolah data yang dimiliki BPBD Provinsi Jatim untuk komunikasi dengan kab/kota dan BMKG. Termasuk ketersediaan perahu karet yang dimiliki dan ketersedian makanan darurat. Utamanya dalam pendistribusinya agar berjalan efektif ketika bencana terjadi.

"Saat banjir yang terpenting adalah ketersediaan makanan darurat. Dan kami juga sudah mencoba rasanya, insyaalloh kondisinya baik dan sudah ada tanggal expirednya. Sehingga, kelayakannya bisa dicek sebelum dikonsumsi," kata Wagub Jatim.

Wagub Jatim menambahkan, dalam kesiapan penanganan penanggulangan bencana ini kunci utamanya adalah bagaimana kecepatan dan respon yang diberikan. Dicontohkan, untuk Sungai Bengawan Solo misalnya ada yang disebut banjir kiriman. Dimana, hujannya tidak terjadi di Jatim tapi banjirnya dikirim dari Bengawan Solo. Karena, Sungai Bengawan Solo merupakan 30% hulunya di Jawa Tengah, namun hampir 70% hilirnya berada di Jatim.

"Karenannya, kami juga akan terus mengupdate dan memantau kondisi hujan yang terjadi di Bengawan Solo. Sehingga, kita bisa mengantisipasi terjadinya banjir kiriman," jelas Wagub Jatim.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0