Soal Radikalisme di Lombok Tengah, Kapolres : Alhamdulillah Nihil :: Nusantaratv.com

Soal Radikalisme di Lombok Tengah, Kapolres : Alhamdulillah Nihil

Hal itu disampaikan langsung oleh Kapolres Lombok Tengah, AKBP Budi Santosa. Budi mengatakan, pihaknya gencar melakukan kegiatan pembinaan terkait peningkatan nasionalisme untuk warga Lombok Tengah.
Soal Radikalisme di Lombok Tengah, Kapolres : Alhamdulillah Nihil
Kapolres Lombok Tengah , AKBP Budi Santosa (kiri) beserta jajarannya saat ditemui di Mapolres Lombok Tengah, Selasa (22/10/19) foto : NTV/Cal

Lombok tengah, Nusantaratv.com - Kepolisian Resor (Polres) Lombok Tengah terus melakukan upaya pencegahan terhadap berkembangnya paham radikal di wilayah hukumnya.

Hal itu disampaikan langsung oleh Kapolres Lombok Tengah, AKBP Budi Santosa. Budi mengatakan, pihaknya gencar melakukan kegiatan pembinaan terkait peningkatan nasionalisme untuk warga Lombok Tengah.

"Kegiatan pencegahan terhadap paham radikal ini rutin dilakukan. Kita adakan sosialisasi, berbincang dengan warga,  kita sambangi mereka. Gambaranya bahwa mayoritas masyarakat di sini memeluk agama Islam, tentang  radikal yang ada di sini Alhamdulillah nihil, "ujarnya di Mapolres Lombok Tengah pada Selasa (22/10/19).

Budi menambahkan, meskipun ada beberapa masyarakat yang menjadi anggota organisasi Islam, namun mereka terbilang pasif dalam melakukan kegiatan. Justru banyak dari mereka aktif berkegiatan di masyarakat dari pada dengan organisasinya.

"Ada anggota FPI ada sekitar 4 orang, tetapi pasif untuk melakukan kegiatan-kegiatan. Rata-rata yang bersangkutan ikut kegiatan sosial  di masyarakat, ".katanya.

Tak hanya itu, beberapa aliran garis keras pun dikatakan ada di Lombok Tengah. Namun semuanya sudah dibuatkan tempat khusus sehingga tidak merebak.

"Ada sekitar 17 orang sementara ini oleh Pemda sudah dibuatkan tempat penampungan di belakang RSUD Praya. Tetapi tidak melakukan kegiatan menyebarkan paham radikal kepada masyarakat, "tandasnya.

Lanjut Budi, pihaknya juga sudah melakukan pemantauan aktivitas kehidupan dan perekonomian masyarakat sekitar. Sehingga lebih mudah membaur dengan warga untuk mengadakan penyuluhan seputar bahaya radikalisame.

Diketahui, wilayah Lombok Tengah memiliki sangat banyak Pondok Pesantren. Juga sangat banyak ustad dan ulama. Sehingga dalam melakukan penegakan hukum, ia beserta jajarannya selalu memperhatikan kaidah-kaidah yang ada.

"Kita menempatkan diri sebagai aparat keamanan. Tentu kita tidak meninggalkan kearifan lokal apapun yang kita lakukan penegakan hukum yang kita laksanakan tetap memperhatikan kaidah-kaidah yang ada ,"jelasnya.

"Dengan hubungan kemasyarakatan di sini juga sangat baik ,sampai saat ini situasi tetap kondusif, "tutupnya.(Cal)

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0