Rapid Test Negatif, Pasien Corona Pertama Kota Cilegon Diumumkan :: Nusantaratv.com

Rapid Test Negatif, Pasien Corona Pertama Kota Cilegon Diumumkan

Pasien merupakan perempuan yang tinggal di Tangerang yang pulang ke rumah orangtuanya
Rapid Test Negatif, Pasien Corona Pertama Kota Cilegon Diumumkan
Salah satu sudut Kota Cilegon. (Net)

Cilegon, Nusantaratv.com - Orang pertama yang tertular virus corona di Kota Cilegon diumumkan. Pasien merupakan warga Kelurahan Panggungrawi, Kecamatan Jombang, Cilegon.

Pasien merupakan perempuan berusia 31 tahun, yang sebelumnya masuk kategori orang dalam pemantauan (ODP) pada 23 April 2020 lalu. 

"Terkait dengan adanya informasi orang dalam pemantauan atau ODP yang terkonfirmasi positif covid-19. Yang bersangkutan betul adalah warga Kota Cilegon, perempuan berusia 31 tahun," ujar Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kota Cilegon, Aziz Setia Ade, Rabu (29/4/2020).

Pasien sempat tinggal di sebuah rumah kontrakan di Tangerang, sebelum pulang ke rumah orangtuanya di Cilegon. Pasien memiliki gejala demam dan mengidap penyakit autoimun.

"Yang berangkutan mengontrak rumah di Tangerang bersama suaminya yang memang bekerja di Tangerang," kata Aziz.

Pasien diketahui positif setelah diambil swab/PCR. Sebelumnya, ia menjalani rapid test namun hasilnya nonreaktif.

Awalnya, pada 10 April sang pasien pulang ke Cilegon karena mengalami demam. Pasien lalu berobat ke klinik Bapelkes KS di Cilegon.

Karena sakitnya tak kunjung sembuh, pada 20 April pasien berobat ke rumah sakit Krakatau Medika. 

Lalu pada 23 April, pasien yang demamnya belum turun, kembali berobat ke RSKM. Pasien berinisiatif melakukan rapid test tapi hasilnya nonreaktif atau negatif. Pemerintah setempat lalu memasukkan perempuan itu sebagai orang dalam pemantauan (ODP).

Pasien lalu diambil swab-nya untuk dilakukan pemeriksaan PCR di laboratorium Kimia Farma, Jakarta.

Lalu pada 28 April, pasien dinyatakan positif covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan PCR, sehingga dirujuk ke RSU Banten.

Hingga kini Pemerintah Kota Cilegon masih melakukan penelusuran terhadap orang-orang yang pernah kontak dengan pasien tersebut. 

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0