PSBB Beresiko, Batam Pilih Karantina Wilayah :: Nusantaratv.com

PSBB Beresiko, Batam Pilih Karantina Wilayah

Dinas Kesehatan Batam juga sudah memetakan Batam per kecamatan dan kelurahan dengan menentukan zona-nya
PSBB Beresiko, Batam Pilih Karantina Wilayah
Kampung di Batam / Foto: Tribun Batam

Jakarta, Nusantaratv.com - Wabah virus corona terus mengancam nyawa banyak orang di Indonesia. Para kepala daerah pun sudah melakukan berbagai cara untuk memutus mata rantai wabah tersebut.

Salah satunya dengan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Beberapa daerah di Indonesia juga sudah menjalankan peraturan tersebut.

Berbeda dengan Batam yang kabarnya batal menerapkan PSBB. Padahal konsepnya sudah disusun rapih hingga sanksi yang akan diberikan jika warganya melanggar PSBB.

Namun, tiba-tiba rencana tersebut batal. Sebab, Wali Kota Batam Muhammad Rudi memiliki pandangan lain.

Rudi lebih memilih konsep karantina wilayah per kecamatan. Saat ini, Dinas Kesehatan Batam juga sudah memetakan Batam per kecamatan dan kelurahan dengan menentukan zona-nya.

Nantinnya, zona yang ditentukan itu akan dilakukan penertiban. Misal, daerah mana yang akan di-sweeping, itu nanti ada zona-nya.

  1. Update Kasus Virus Corona di Batam per Kecamatan

"Kita memilih karantina wilayah saja. Konsepnya, per kecamatan, per kelurahan untuk pembatasan," kata Walikota Batam, Muhammad Rudi Rabu (22/4/2020).

Rudi menjelaskan, dalam penerapan karantina kecamatan nanti, peran RT dan RW sangat penting. Dan, konsep ini akan berjalan setelah pembagian sembako tahap kedua yang diperkirakan akhir April 2020.

Dan, pelaksaan karantina kecamatan juga tidak dilakukan serempak, semua berjalan sesuai dengan pemetaan di wilayah yang ditetapkan.

Misalnya, satu kecamatan atau kelurahaan ditetapkan masuk karantina wilayah, maka pembagian sembako dilakukan di sana.

"Mana yang duluan, langsung kita bagikan sembako. Jadi kita pakai UU kesehatan," ujar Rudi.

Terkait batalnya konsep PSBB, Rudi pun mengatakan kalau pelaksanaan tersebut sangat beresiko besar. Hal itu tak lepas dari ketidaksiapan biaya operasional di Kota Batam.

"PSBB kalau saya ajukan ini berisiko besar. Karena setelah keluar harus saya laksanakan semua. Tak semudah itu," tegasnya.

"Pertama, siap nggak saya dengan biaya operasional itu? Saya gak punya uang. Yang hari ini kami ubah refocusing APBD uangnya hanya untuk rumah sakit, sembako, lalu habis," jelasnya.

"Yang ke lapangan honorarium itu dibantu dari pengusaha senilai Rp 8 miliar dibantu langsung masuk rekening daerah. Tak ada duit kita," pungkasnya.

Hingga saat ini jumlah korban positif corona di Batam mencapai 29 orang, 1 sembuh, lima kabarnya meninggal dunia. Sedangkan jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 171 orang.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0