Polres Pohuwato Punya Program " Religius Police For Peace Building" :: Nusantaratv.com

Polres Pohuwato Punya Program " Religius Police For Peace Building"

Program Tersebut Pada Awalnya Hanya Beranggotakan 10 Hingga 15 Orang Polisi .
Polres Pohuwato Punya Program
Polres Pohuwato

Jakarta, Nusantaratv.com - Penyebaran paham radikalisme di wilayah Gorontalo terbilang tak terlalu mengkhawatirkan.

Namun sejauh ini pihak kepolisian beserta tokoh-tokoh masyarakat setempat sudah bahu membahu agar wilayah mereka tidak terindikasi sebagai sarang penyebaran paham radikal.

Seperti diungkapkan Kapolres Pohuwato AKBP Dafcoriza S.Ik, bahwa katanya, mencegah jauh lebih baik dari pada mengobati. Walau wilayah Pohuwato sendiri tidak termasuk dalam kategori rawan, namun hal itu tak membuatnya terlena.

"Pada dasarnya semua daerah itu harus bersiap. Walau sudah dikatakan aman misalnya. Tapi tetap harus siaga. Karena prinsip kami mencegah lebih baik dari pada mengobati," tuturnya kala ditemui di Polres Pohuwato, Kamis (27/9/2018).

Untuk itu, pihaknya telah membuat program 'Religius Police For Peace Building'. Dimana program ini tergagas untuk menciptakan kedamaian antar sesama. Karena Pohuwato sendiri terdiri dari berbagai suku, agama, dan ras.

" Kita sudah laksanakan Religius police for peace building. Semua polisi punya keyakinan dan agamanya masing-masing. Tapi ada program khusus yakni meningkatkan keimanan dan ketakwaan dari kami untuk beri pengaruh positif pada masyarakat,"ujar AKBP Dafcoriza.

Ia menambahkan, bahwa sebenarnya Islam itu mengajarkan kedamaian . Dan baginya, warga Pohuwato sendiri saling mengasihi tanpa pandang suku, ras, maupun agama.

Program tersebut pada awalnya hanya beranggotakan 10 hingga 15 orang polisi . Yang mana mereka mendatangi wilayah-wilayah di Pohuwato untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait apa itu paham radikalisme.

"Awalnya hanya 10 sampai 15 personil ya. Dan alhamdulillah sekarang kita ada 30 unit. Itu satu tim yang setiap minggunya berangkat pada Jumat lalu pulang pada hari Minggu,"jelasnya.

Kedua lanjutnya, para anggota religius Police yang menyambangi wilayah pelosok Pohuwato, mengajak masyarakat untuk shalat berjamaah. Lalu dilanjutkan dengan tausiyah keagamaan. Terutama memberikan pemahaman yang sejelas-jelasnya kepada masyarakat mengapa radikalisme itu berbahaya.

Sementara itu untuk daerah yang terindikasi paham radikal di wilayah Pohuwato, kata Akbp Dafcoriza sejauh ini belum ditemukan adanya potensi demikian.

" Belum ada. Namun kita berprinsip mencegah lebih baik dari pada mengobati. Mengingat faktor geografis tadi. Dan kita sebisa mungkin memberi pengetahuan pada masyarakat. Disini yang terpenting bukan siapa yang menyebarkan paham itu, tapi tim kami menyerukan itu untuk kedamaian bersama,"paparnya

Sehingga, ia meyakini bahwa dengan program tersebut paling tidak bisa membendung masuknya paham radikalisme diwilayah Gorontalo khususnya Pohuwato.(Cal)

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0