Polres Pasuruan Cegah Berkembangnya Radikalisme Sedini Mungkin :: Nusantaratv.com

Polres Pasuruan Cegah Berkembangnya Radikalisme Sedini Mungkin

Selain kepada siswa-siswi, upaya pencegahan pemahaman radikalisme juga dilakukan di lingkungan masyarakat. Caranya, kata Supriyono yakni dengan safari shalat Jumat di mana nantinya sebelum memulai khotbah Jumat Babinkamtibmas ataupun pejabat Polres Pasuruan akan memberikan imbauan agar tidak terpengaruh dengan radikalisme.
Polres Pasuruan Cegah Berkembangnya Radikalisme Sedini Mungkin
Kapolres Pasuruan, Kompol Supriyono ( foto :NTV /Cal)

Jakarta, Nusantaratv.com -Kepolisian Resor (Polres) Pasuruan mengatakan telah melakukan antisipasi terhadap berkembangnya radikalisme di wilayah hukumnya sedini mungkin. Salah satunya adalah dengan melakukan penyuluhan ke sekolah- sekolah di Pasuruan. 

Dijelaskan Wakapolres Pasuruan, Kompol Supriyono, pihaknya telah menjadwal seluruh pejabat utama Polres untuk menjadi pembicara di seluruh sekolah yang akan didatangi. 

"Disitu kita berikan masukan dan arahan kepada siswa siswi tentang pemahaman radikalisme dan bahayanya," kata Supriyono.

Selain kepada siswa-siswi, upaya pencegahan pemahaman radikalisme juga dilakukan di lingkungan masyarakat. Caranya, kata Supriyono yakni dengan safari shalat Jumat di mana nantinya sebelum memulai khotbah Jumat Babinkamtibmas ataupun pejabat Polres Pasuruan akan memberikan imbauan agar tidak terpengaruh dengan radikalisme.

"Kita juga menjaga sosial media yang penyebarannya sangat intens. Maka kami harus fight di sosial media," tandasnya. 

Bahkan, Supriyono juga mengatakan bahwa di Pasuruan sempat ada warga dari luar wilayah Pasuruan yang tinggal dalam waktu lama dan ternyata terduga teroris.

"Di mana pelaku ini sempat menyimpan barang bukti dan meledak diwilayah kami. Korbannya masih keluarga dari terduga teroris itu," ungkap dia.

Usai meledak, pelaku melarikan diri ke suatu daerah. Tetapi tim Densus 88 anti-teror bisa dengan cepat menangkap terduga teroris tersebut.

"Yang penyebar pemahaman radikalisme sendiri di sini sudah pada ditangkap-tangkapin oleh tim Densus 88 anti-teror. Jadi kami tetap waspadai dan mencegah penyebaran pemahaman radikalisme," tutup dia.(Cal)

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0