Minta Masyarakat Tak Pinjam Uang ke Renternir, Jokowi: Hati-hati Nggih :: Nusantaratv.com

Minta Masyarakat Tak Pinjam Uang ke Renternir, Jokowi: Hati-hati Nggih

Jokowi meminta masyarakat memanfaatkan Bank Wakaf Mikro
Minta Masyarakat Tak Pinjam Uang ke Renternir, Jokowi: Hati-hati Nggih
Presiden Jokowi saat peluncuran Bank Wakaf Mikro.

Jakarta, Nusantaratv.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta warga di pondok-pondok pesantren bisa memanfaatkan 56 Bank Wakaf Mikro (BWM) yang sudah dibangun pemerintah. Jokowi pun mengingatkan agar warga tidak mengajukan utang ke renternir untuk membesarkan usaha.

Baca juga: Jokowi Minta Dagang Via WA dan FB Dikembangkan 

"Jangan sampai pinjamnya ke rentenir. Hati-hati. Hati-hati nggih. Setop. Sekarang sudah ada Bank Wakaf Mikro," kata Jokowi saat meluncurkan Bank Wakaf Mikro Apik Kaliwungu dan Al Fadlu Kendal di Pondok Pesantren APIK, Senin (30/12/2019). 

Menurutnya, 56 BWM sudah menjangkau 25 ribu usaha mikro, usaha kecil, dengan bantuan pembiayaan yang disalurkan mencapai Rp34 miliar. 

"Tadi, Pak Ketua OJK (Otoritas Jasa Keuangan) juga sudah menyampaikan, sudah disiapkan lagi kurang lebih 50 Bank Wakaf Mikro yang akan dibuka, dibuka, dibuka, dibuka lagi. Ini patut kita syukuri. Alhamdulillah," papar Jokowi.

Mantan Wali Kota Solo memaparkan, Bank Wakaf Mikro tak menggunakan agunan atau jaminan. Sebab, nilai pembiayaan yang disalurkan ke nasabah berkisar Rp1 juta-Rp5 juta.

"Ini kepercayaan karena pemerintah berusaha untuk membuka sebanyak-banyaknya Bank Wakaf Mikro agar ada akses keuangan. Gampang mencari modal dari usaha-usaha mikro kita untuk lingkungan pondok pesantren. Karena bank wakaf mikro dikhususkan untuk segmen usaha kecil dan mikro," bebernya. 

Meski begitu, Jokowi mengingatkan warga yang memanfaatkan pembiayaan bank wakaf mikro menggunakan dana itu sebagai modal usaha atau modal kerja. Bukan uangnya dihabiskan untuk belanja. 

"Jangan sampai nanti dapat Rp2 juta, jalan-jalan ke mal lagi. Kok ada baju baru, ingin beli baju Rp300 ribu. Jalan-jalan lagi. Aduh, kok ada ini, sama ini, beli lagi Rp200 ribu, Rp500 ribu. Apa yang terjadi? Suatu titik pasti akan kesulitan mengangsur bantuan pinjaman itu," tandasnya. 

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0