Mari, Berfikir Sejenak :: Nusantaratv.com

Mari, Berfikir Sejenak

Betapa Banyak Pelajaran Yang Harus Kita Petik Dalam Kehidupan Ini.
Mari, Berfikir Sejenak
Orang yang mencari arti kehidupan yang sesungguhnya Foto ini dikutip dari plue

Jakarta, Nusantaratv.com - Muhammad bin Abu Bakar Ash shiddiq. Memiliki anak yang begitu harum namanya, yaitu Qasim Bin Muhammad. Qasim adalah ulama Tabi'in dan salah satu ahli fikih di madinah. Ibnu Qasim putri dari raja persia yang menjadi tawanan umat muslim, ketika Qasim berusia umur tujuh tahun, ayah dan ibunya wafat.

Paman Qasim yang bernama Abudurrahman membawanya dari mesir ke madinah. Qasim didik dan dibesarkan dengan baik oleh umul mukmin Aisyah Radiallahu anha. Aisyah Radiallahu anha tidak memiliki anak. Qasim merupakan anugerah dari Allah untuk Aisyah.

Dan, Aisyah adalah anugrah bagi Qasim dari Allah anak yatim piatu yang membutuhkan kasih sayang dan pemeliharaan

Qasim bin Muhammad menceritakan, betapa besar kasih sayang Aisyah terhadap Qasim pada saat beliau waktu kecil. Saya tidak pernah melihat kasih sayang perempuan selama kehidupan saya yang kasih sayangnya melibihi kasih sayang bibi saya Aisyah kepada saya. Kasih sayang melupakan kesedihan ku karna ditinggal wafat ibu ku.

Aisah mencucikan pakaianku, menyiapkan makanku, beliau tidak memulai makan sebelum saya memulainya.

Kalau makanan ku masih ada yang tersisa, beliau yang menghabiskan sisa makanan ku, beliau mecium aku sebelum tidur, beliau rajin menceritakan Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam dan menceritakan kakek ku Abu Bakar Ash shiddiq Radiallahu an hu sampai saya tidur. Sungguh saya melupakan musibah yang menimpa ku disebabkan lantaran kasih sayang dan pemeliharaan bibi ku Aisah Radhiallahu an ha.

Hikmah yang kita bisa petik di atas diantaranya: Boleh jadi Allah menahanmu dari karunianya, kemudian setelah itu dia memberimu. Aisyah Radhiallaha anha tertahan menporoleh keturunan kemudian mendapatkan anugerah mempelihara keponakan yang iya sayangi dan iya didik sperti anaknya sendiri. 

Begitu pula dengan Qasim yang tertahan di tinggal wafat ibu dan ayahnya. Kemudian dapat kasih sayang dari paman dan bibinya. 

Kedua, boleh jadi Allah memberimu karunia kemudian dia mengambilnya lagi. Allah memberi harta kepada Qarun yang mengkaruniakan kebun yang berbuah kepada seorang hambanya sebagaiman diceritakan dalam surah Al-kahfi. Kemudian, Qarun jadi sombong nikmat dan kufur, lalu Allah murka membinasakanya dan menenggelamkan Qarun dan hartanya kedasar bumi. 

Betapa banyak pelajar yang bisa kita petik dari kehidupan dan sedikit betapa sedikit orang yang mengambil pelajaran! 

Ketigq, konsekuensi cinta adalah dengan mencintai dan di cintai oleh kekasih dan membenci siapa yang di bencinya. Kalau ada orang yang membenci dan mencela Sayyidah Aisyah Radhiallahu anha berarti ia telah berdusta atas pengakuan cintanya kepada Qasim. Hakikatnya, ia telah menyakiti Qasim yang sangat mencintai bibinya.

Keempat, seandainya kita tahu kebaikan hikmah, rahasia dari kehilangan yang kita alami tentu kita akan semikin bersyukur dan cinta kepada Allah. Bisa jadi kita mengetahui hikmah dari suatu musibah setelah sepekan, sebulan, setahun, atau 20 tahun kemudian. 

Bisa jadi Anak kita yang mengetahui hikmahnya setelah kita wafat. Bisa jadi kita baru mengetahui segala hikmah dari setiap musibah di akhirat kelak. Yang jelas kita harus tabah dalam kesabaran dan selalu bersangka baik kepada Allah atas setiap musibah yang datang.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0