Mantap, Pasien Positif Virus Corona yang Hilang Ternyata Berobat ke Dukun :: Nusantaratv.com

Mantap, Pasien Positif Virus Corona yang Hilang Ternyata Berobat ke Dukun

Peristiwa ini terjadi di Desa Balakembang, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
Mantap, Pasien Positif Virus Corona yang Hilang Ternyata Berobat ke Dukun
Tim medis jemput paksa pasien virus corona / Foto: Kompas

Jakarta, Nusantaratv.com - Kejadian diluar akal sehat pun terjadi, dimana seorang pasien virus corona kembali melarikan diri.

Sejatinya, pasien berinisial E harus menjalani isolasi mandiri setelah dinyatakan positif terinfeksi virus corona oleh pihak rumah sakit.

Namun, E tidak mendengarkan imbauan pihak rumah sakit dan memutuskan untuk pulang ke rumah untuk bertemu keluarga, dan memilih berobat pada seorang dukun.

Peristiwa ini terjadi di Desa Balakembang, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Seperti dikutip Kompas, Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Puskesmas Sukamakmur, Teguh Yudiana mengatakan, awalnya Ibu E masuk rumah sakit dengan diagnosa awal penyakit TBC (Tuberkulosis).

  1. Tukang Becak Terpaksa Mencuri Beras Karena Kelaparan

Namun di tengah pengobatan, Ibu E mengalami gejala virus corona seperti sesak napas dan demam, hingga dilakukan rapid test dan kemudian pemeriksaan swab menggunakan Polumerase Chain Reaction (PCR) di rumah sakit swasta tersebut.

Sayangnya sebelum hasil swab keluar, sang pasien sudah lebih dulu meminta pulang ke rumahnya.

"Dia memaksa pulang karena suami dan ketemu sama anaknya juga," ujar Teguh.

Beberapa hari kemudian, hasil swab pun keluar dan hasilnya menunjukkan pasien tersebut positif terjangkit virus corona.

"Pihak RS dan puskesmas koordinasi untuk jemput lagi pasien ini. Ditelepon juga sudah, tapi dia menolak untuk dirawat atau isolasi kembali," terang Teguh.

Akibat penolakan itu, lanjut Teguh, pihak rumah sakit dan puskesmas memutuskan untuk menjemput paksa pasien karena khawatir akan terjadi penularan secara luas.

Namun sayang, saat petugas mendatangi kediaman pasien, rumahnya dalam keadaan kosong.

"Jumat sore sudah tidak ada di rumahnya saat mau dijemput. Akhirnya kita cari mulai Jumat sore sampai Minggu itu enggak ketemu, kan bahaya dia positif," tegasnya.

"Nah pas hari Senin itu jam 12.00 dapat kabar bahwa pasien ini berobat ke dukun. Memang di Sukamakmur ada dukun yang tenar bisa mengobati segala macam penyakit katanya. Kecurigaan kita benar, ternyata pasien ada di sana setelah kita cek nama dia," sambung Teguh.

Di sana lah, pasien dijemput paksa oleh delapan petugas medis yang mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap. Dan, bukan hanya pasien tersebut, suami dan anaknya juga ikut dibawa.

Sementara dukun dan keluarganya, serta pasien lain yang sempat berinteraksi dengan pasien masuk sebagai orang dalam pemantauan (ODP).

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0