Lockdown Lokal di Tegal, Ini Kata Ganjar Pranowo :: Nusantaratv.com

Lockdown Lokal di Tegal, Ini Kata Ganjar Pranowo

Lokcdown Kota Tegal Bukan Tindakan Karantina Seperti Negara Lain Menghadapi Pandemi COVID-19.
Lockdown Lokal di Tegal, Ini Kata Ganjar Pranowo
Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah. (Pinter Politik)

Jakarta, Nusantaratv.com - Dedy Yon Supriyono, Wali Kota Tegal, Jawa Tengah (Jateng), memutuskan menutup akses masuk ke Kota Tegal mulai 30 Maret hingga 30 Juli 2020.

Keputusan itu diambil setelah seorang warga Tegal dinyatakan positif virus corona (COVID-19). Akibatnya, Kota Tegal sudah masuk zona merah darurat corona. Penutupan akses masuk dilakukan guna mencegah penyebaran virus corona di Kota Tegal. 

Warga harus bisa memahami kebijakan yang saya ambil. Kalau saya bisa memilih, lebih baik saya dibenci warga daripada maut menjemput mereka - kata Dedy, di Balaikota Tegal, Rabu (25/3/2020) malam.

Menanggapi hal itu, Ganjar Pranowo, Gubernur Jateng, menegaskan lokcdown di Kota Tegal bukan tindakan karantina seperti yang diterapkan berbagai negara menghadapi pandemi COVID-19. Hal itu dipastikan setelah dirinya berkomunikasi dengan Pemerintah Kota Tegal. 

Saya sudah berkomunikasi. Saya tanya apakah ini lockdwon seperti di Italia, apakah ini mengharuskan seluruh warga Kota Tegal wajib berada di dalam rumah dan tidak boleh keluar rumah. Apakah kalau pergi harus ada izin, apakah ada TNI atau Polisi yang berjaga-jaga di jalan, apakah kantor atau pasar ditutup. Tapi jawaban tidak - ungkap Ganjar.

Menurut Ganjar, Wali Kota Tegal memiliki niat baik, karena ingin mengajak warga untuk tetap tinggal dan berdiam diri di rumah atau minimal berada di wilayah yang lebih kecil, sehingga mengurangi penyebaran COVID-19.

Wali Kota Tegal sempat berkoordinasi untuk menutup tempat hiburan maupun Alun-alun. Namun ternyata masih banyak warga yang berkeliaran. Pak Wali Kota ingin pergerakan masyarakat dibatasi, sehingga menutup beberapa akses jalan di Kota Tegal. Hal ini agar warga tidak terpapar lebih jauh COVID-19 - lanjut politisi PDI Perjuangan itu.

Baca Juga: Tidak Ada Lockdown, Gubernur Bengkulu Tegaskan Physical Distancing Dipatuhi

Lebih lanjut, Ganjar mengungkapkan sejatinya keputusan lockdown berada di Pemerintah Pusat. Sebab, ungkapnya, jika ingin menerapkan kebijakan lockdwon, maka ada sejumlah parameter yang perlu menjadi pertimbangan. 

Kalau ingin memberlakukan lockdwon, maka harus disiapkan seperti pertimbangan sosial, ekonomi, logistik, politik. Maka dari itu, daerah-daerah lain tidak akan melakukan itu. Sebab mereka tahu untuk keputusan lockdown itu berada di tangan Pemerintah Pusat - tutur pria kelahiran Karanganyar, Jateng, 51 tahun silam itu. 

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
3
wow
0