Lega! Suami dan 23 Orang yang Kontak dengan Pasien Meninggal di Bali Negatif Corona :: Nusantaratv.com

Lega! Suami dan 23 Orang yang Kontak dengan Pasien Meninggal di Bali Negatif Corona

Suami yang paling sering berinteraksi dengan korban bahkan negatif corona
Lega! Suami dan 23 Orang yang Kontak dengan Pasien Meninggal di Bali Negatif Corona
RSUP Sanglah, Denpasar, lokasi pasien meninggal corona di Bali dirawat. (Net)

Jakarta, Nusantaratv.com - Sebanyak 23 orang yang kontak dengan pasien meninggal dunia akibat virus corona di Bali, dinyatakan negatif virus yang memiliki nama lain covid-19 itu. Hal ini diketahui setelah hasil pemeriksaan swab mereka keluar, Sabtu (15/3/2020). 

Baca juga: Ada 21 Orang di Bali Diduga Kontak dengan Korban Meninggal Corona 

Diketahui, pasien warga negara Inggris meninggal dunia di RSUP Sanglah, Denpasar setelah terjangkit corona di luar Indonesia. Pemerintah daerah langsung melakukan penelusuran terhadap orang-orang yang pernah berinteraksi dengan perempuan 53 tahun tersebut. 

"23 orang ini sudah diambil sampel swab untuk diuji di laboratorium. Hasilnya sudah keluar tadi malam dan semuanya negatif," ujar Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali I Dewa Made Indra di Denpasar, Minggu (15/3/2020). 

Suami dari pasien kasus 25 itu juga dinyatakan negatif. Padahal, pria itu merupakan orang yang paling sering kontak langsung dengan korban selama liburan di Bali. 

Dengan keluarnya hasil ini, Indra mengatakan bahwa pasien positif baru corona belum bertambah di Bali. 

"Karena dia (suami pasien corona kasus 25) memang pada saat keadaan itu dia dalam keadaan sehat. Jadi dia negatif. Jadi mari kita yakinkan bahwa covid-19 ini belum menimbulkan penyakit di Bali," jelasnya. 

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Ketut Suarjaya mengungkapkan masih ada 17 pasien dalam pengawasan corona di Bali sampai Minggu ini. Lima di antaranya telah dinyatakan negatif, sesuai uji laboratorium. Sementara 12 orang tersisa masih menunggu hasil tes dan sejauh ini kondisinya sangat baik dan dalam pengawasan di ruang isolasi. 

Menurut Suarjaya, hasil laboratorium dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) keluar secara bertahap, setiap dua hingga tiga hari.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0