Lawan Intoleransi dan Radikalisme, Masyarakat Diharap Teladani Rasulullah :: Nusantaratv.com

Lawan Intoleransi dan Radikalisme, Masyarakat Diharap Teladani Rasulullah

Menurut Sarbini tidak ada sila dalam Pancasila yang bertentangan dengan Islam
Lawan Intoleransi dan Radikalisme, Masyarakat Diharap Teladani Rasulullah
Ustaz Sarbini.

Jakarta, Nusantaratv.com - Tokoh agama Balikpapan, Kalimantan Timur, Ustaz Sarbini menegaskan pentingnya umat Islam meneladani sikap Nabi Muhammad. Sebab dengan begitu, ia meyakini persoalan intoleransi, radikalisme dan terorisme di Indonesia bisa teratasi. 

Baca juga: Wapres Ma'ruf Harap Kampus Islam Tekan Radikalisme 

"Dalam rangka perayaan maulid Nabi Muhammad SAW, marilah kita mencontoh akhlak Nabi dengan cinta terhadap NKRI dan tolak segala bentuk terorisme," ujar Sarbini dalam peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1441 H  di Aula Kelurahan Baru Tengah, Balikpapan, Kalimantan Timur, beberapa waktu lalu. 

Menurut dia, banyak yang berkata bahwa Nabi Muhammad takkan marah kalau pribadinya diserang, namun kalau Islam yang diserang maka Nabi akan marah dan membalas. Hal ini, kata Sarbini adalah kekeliruan untuk membenarkan kekerasaan atas nama agama. 

"Padahal Nabi Muhammad SAW pergi ke Thaif membawa risalah kenabian, Nabi ditolak, Nabi dihujat dan diserang, namun Nabi tetap sabar dan mendoakan agar umatnya segera diberikan hidayah," tuturnya. 

Sarbini menilai, akhir-akhir ini banyak pihak yang menyalahartikan sebuah dalil di dalam Al-Qur'an untuk tujuan tertentu. Kondisi tersebut dianggap merusak Islam. 

"Saat ini banyak oknum melakukan pendekatan nafsu bukan wahyu, memanfaatkan wahyu untuk menuruti nafsu, mencari dalil yang dicocokkan untuk sesuatu hal yang berkaitan dengan hawa nafsu," tuturnya. 

Ia berpandangan, paham radikalisme sangat bertentangan dengan dasar konstitusi bangsa. Orang yang terpapar paham radikalisme sendiri, kata Sarbini ditandai dengan mudahnya orang tersebut menuding pihak lain dengan sebutan kafir.

"Menurut saya radikal yang ada di Indonesia lebih cocok disebut Khawarij, yang menyatakan bahwa barang siapa yang tidak menjalankan hukum Islam maka mereka kafir, Indonesia dasarnya Pancasila maka pemerintahnya toghut dan toghut wajib diperangi," paparnya. 

"Kelompok teroris mengganggap negara ini negara kafir, Pak Camat kafir, polisi kafir, KUA kafir, presiden kafir. Kalau pemerintah dianggap kafir maka tidak sah pernikahan semua jemaah, karena yang menikahkan kafir, yang menikahkan thogut," jelas Sarbini. 

Ia menegaskan, tidak ada satu pun sila pada Pancasila yang bertentangan dengan Al-Qur'an. Sila pertama yakni Ketuhanan Yang Maha Esa, sejalan dengan potong ayat: qul huwallahu ahad dalam Surat Al-Ikhlas. 

"Kemanusiaan yang adil dan beradab, Al-Qur’an juga banyak membahas tentang kemanusian, membahas persatuan. Innamal mukminuna ikhwatun faslihu baina akhwaikum," papar Sarbini. 

Turut hadir Camat Balikpapan Barat, Arif Fadillah, Lurah Kelurahan Baru, para ketua RT/RW setempat, jemaah Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Kota Baru dan perwakilan mahasiswa STAIS Balikpapan.

"Teladanilah sifat Rasul, yang mengajarkan Islam agama rahmatan lil alamin," tandas Sarbini. 

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0