Lagi! Pasar Jadi Sumber Penularan Corona :: Nusantaratv.com

Lagi! Pasar Jadi Sumber Penularan Corona

Gubernur Jatim meminta pasar di Bojonegoro itu ditutup selama satu minggu
Lagi! Pasar Jadi Sumber Penularan Corona
Pasar di Bojonegoro. (Info Publik)

Surabaya, Nusantaratv.com - Sebuah pasar di Bojonegoro menjadi klaster baru penyebaran virus corona di Jawa Timur. Hal ini terjadi setelah sejumlah orang yang diketahui beraktivitas di pasar tersebut, tertular covid-19.

Baca juga: Sudah 77 Karyawan Pabrik Rokok Sampoerna Tertular Corona 

"Klaster baru yaitu klaster Bojonegoro," ujar Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur, Kohar Hari Santoso, Jumat (8/5/2020).

Klaster ini terungkap, awalnya dari pedagang sayur keliling. Pedagang tersebut sakit dan dibawa ke rumah sakit dan hasil rapid test terindikasi positif corona. Berdasarkan tes swab, ia pun dinyatakan positif covid-19.

Tak lama berselang, ditemukan lagi kasus lain di sekitar pasar, lokasi pedagang sayur itu beraktivitas. Ada satu orang yang mengalami gejala corona, dan hasil rapid test ia dinyatakan terindikasi positif.

"Kemudian ada kasus masih seputaran pasar tadi juga seperti itu. Beliaunya sakit dilakukan rapid test-nya juga reaktif," tutur Kohar.

Setelah itu, rapid test terhadap 269 pedagang pasar pun dilakukan. Hasilnya 86 orang terindikasi positif corona.

"Rencananya akan dilakukan rapid test ulang dan segera dilakukan swab. Hasilnya nanti akan di kirim ke Malang, karena RS Saiful Anwar Malang sudah bisa melakukan PCR (polymerase chainreaction)," jelasnya. 

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta pasar ditutup selama tujuh hari, seraya menunggu hasil swab para pedagang. Ia juga meminta penelusuran ulang terhadap orang-orang yang melakukan kontak dengan pedagang yang dinyatakan positif.

"Pasar akan ditutup selama tujuh hari, sampai selesai swab. Lalu, memberikan proteksi terhadap siapa saja yang ada di lingkaran pasar. Sebab yang bisa di-rapid test kan penjualnya, pembelinya, pelanggan, ini kan harus dilakukan tracing," ujar dia.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0