Kisah Inspiratif Aipda Andreas, Hadapi Teroris Seorang Diri :: Nusantaratv.com

Kisah Inspiratif Aipda Andreas, Hadapi Teroris Seorang Diri

Pas saya jatuh itu, mata kanan saya berdarah, saya pasrah saat itu, karena tiba-tiba penglihatan jadi hitam, saya benar-benar pasrah. Tapi saya bertekad, saya sudah sejauh ini, jadi saya harus tuntaskan tugas ini, saya ndak mau mereka berdua itu berbuat yang merugikan dan membahayakan warga, saya merasa punya tanggung jawab untuk itu, mbak, "tuturnya lagi
Kisah Inspiratif Aipda Andreas, Hadapi Teroris Seorang Diri
Aipda Andreas DA (foto : NTV /Cal)

Lamongan, Nusantaratv.com -Kisah Inspiratif kembali datang dari salah satu personil Polri. Kali ini adalah Aipda Andreas DA, salah seorang anggota Kepolisian Resor (Polres) Lamongan, Jawa Timur. Aipda Andreas dengan keberaniannya, menghadapi teroris seorang diri. Alhasil, dia pun harus merelakan matanya terluka cukup parah dan masih menjalani proses penyembuhan hingga kini lantaran diserang dengan ketapel kelereng oleh pelaku.

 

Kepada Nusantaratv.com, Andreas menuturkan kronologi saat dirinya diserang. Kejadian itu berlangsung pada November 2018 lalu. Malam itu, Andreas tengah bertugas di Pos Polisi di kawasan Lamongan. Ia yang bertugas seorang diri, berada di dalam Pos dan tidak berseragam dinas Polri.

 

Beberapa saat kemudian usai dirinya berada di dalam pos, ia mendengar suara lemparan batu dari arah luar. Sontak ia pun mencari asal suara itu, ia mendapati dua orang berboncengan sepeda motor yang melaju kencang usai suara lemparan. 

 

"Setelah suara itu, saya kejar, karena kan mereka ini ngebut ya, dan arahnya ke barat. Saya kejar tapi saya waktu itu ndak pake baju dinas tapi baju biasa. Saya kejar mereka pake sepeda motor. Saya jelasin ke mereka kalau saya ini anggota, saya suruh mereka berhenti tapi mereka ndak mau malah makin ngebut,"tutur Andreas di Mapolres Lamongan, Jumat (26/7/19).

 

Kemudian, saat Andreas kembali menyuruh dua pelaku itu berhenti, dirinya malah mendapat tembakkan sebanyak 4 kali dari pelaku yang dibonceng dan mengenakan helm. Namun, tak ada satupun peluru yang berhasil mengenai dia. Hingga akhirnya, pelaku menyerang Andreas dengan ketapel kelereng.

 

"Saya ditembak 4 kali, tapi ndak kena. Dan mungkin si pelaku ini cari area yang terbuka jadi kalo nembak bisa kena saya, dia lihat kaca helm terbuka, dan disitu dia pake ketapel kelereng dan nyerang mata saya. Saya jatuh, mata saya berdarah, tapi saya masih bertekad untuk ngejar dia, "ungkapnya.

 

Pada saat menahan sakit di mata dengan darah yang terus mengalir, Andreas sempat merasa pasrah lantaran ia merasa seketika penglihatannya menjadi buruan dan hitam. Tapi akhirnya dia memilih melanjutkan pengejaran itu karena merasa bahwa tugasnya harus dituntaskan saat itu.

 

"Pas saya jatuh itu, mata kanan saya berdarah, saya pasrah saat itu, karena tiba-tiba penglihatan jadi hitam, saya benar-benar pasrah. Tapi saya bertekad, saya sudah sejauh ini, jadi saya harus tuntaskan tugas ini, saya ndak mau mereka berdua itu berbuat yang merugikan dan membahayakan warga, saya merasa punya tanggung jawab untuk itu, mbak, "tuturnya lagi.

 

Alhasil, setelah memaksakan diri melanjutkan pengejaran dengan mata yang berdarah, ia pun melihat pelaku membawa motor ke arah sebuah Pasar. Dia pun menyenggol pelaku dengan sepeda motor hingga pelaku terjatuh. Saat pelaku terjatuh, ia membuka helm pelaku yang dibonceng dan sangat kaget ternyata pelaku merupakan mantan rekan seprofesinya yang dipecat di wilayah Sidoarjo.

 

"Kaget ketika lihat yang dibonceng itu, samar-samar kok seperti saya kenal. Saya pastikan dan memang itu mantan pecatan Polisi di Sidoarjo namanya ER,".

 

 

Setelah itu, Andreas meminta beberapa warga yang kebetulan ada di sekitar untuk menelepon Polsek terdekat lalu membawa pelaku. Sementara pelaku di bawa ke Polsek untuk diperiksa, Andreas pun dilarikan ke Rumah Sakit dan mendapat penanganan serius pada mata kanannya.

 

Dirinya mendapat informasi bahwa pelaku ada keniatan untuk menyerang pos polisi tempatnya bertugas malam itu. Namun ia tak bisa memastikan apakah pelaku akan melakukan aksi bom bunuh diri atau hanya melakukan aksi penyerangan saja. 

 

Berkat aksi luar biasanya itu, pada Maret 2019 lalu ia pun mendapat penghargaan dari Kapolri dan dihadiahi kenaikan pangkat. Ia yang sebelumnya berpangkat Bripka, pada Juli 2019 ini resmi berpangkat Aipda.(Cal)

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0