Kepala Kampung di Sumbar Dihajar Warga Gara-gara Sosialisasi Bahaya Corona :: Nusantaratv.com

Kepala Kampung di Sumbar Dihajar Warga Gara-gara Sosialisasi Bahaya Corona

Bakhtiar membubarkan kerumunan pemuda yang tengah bermain domino dan merokok bersama
Kepala Kampung di Sumbar Dihajar Warga Gara-gara Sosialisasi Bahaya Corona
Kantor Gubernur Sumatera Barat. (Net)

Pesisir Selatan, Nusantaratv.com - Seorang kepala kampung di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), Bakhtiar (51) dianiaya warga setelah melakukan sosialisasi bahaya virus corona. 

Baca juga: Polisi Mulai Tangkapi Pelanggar PSBB di Jakarta 

Kepala kampung Koto Rawang, Nagari arau Desa Lakitan Timur, Kecamatan Lengayang bernama Bakhtiar (51) itu, dianiaya EM (55) usai membubarkan kerumunan pemuda yang tengah bermain domino di saat diterapkannya kebijakan social distancing dan physical distancing oleh pemerintah.

"Betul ada kepala kampung yang dianiaya oleh seorang warga gara-gara sosialisasi covid-19," ujar Kapolsek Lengayang Iptu Beni Hari M, Sabtu (4/4/2020).

Beni menuturkan, awalnya Bakhtiar melakukan sosialisasi pencegahan corona ke sebuah warung di kampung tersebut. 

Kala itu, beberapa remaja tengah berkumpul, bermain domino dan merokok bersama. 

Karena dianggap berpotensi terjadi penularan covid-19, Bakhtiar pun menegur dan menyarankan remaja-remaja tersebut berhenti serta pulang ke rumah masing-masing.

"Setelah itu Bakhtiar kembali melanjutkan sosialisasinya. Namun tidak beberapa lama, datang EM yang merasa tidak senang kemenakannya dibubarkan saat bermain di warung," kata Beni.

EM lalu melakukan penganiayaan yang menyebabkan Bakhtiar mengalami luka lebam di wajah.

Akibatnya, Bakhtiar dilarikan ke puskesmas setempat. 

Mengetahui kejadian itu, petugas pun seketika membekuk pelaku. 

"Saat ini pelaku sudah kita amankan. Pelaku kita jerat dengan pasal 351 tentang penganiayaan," jelas Beni. 

Beni berharap warga dapat mematuhi apa yang dianjurkan pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan, China itu. 

"Saya harap warga patuh. Jangan berkumpul-kumpul dan sebaiknya di rumah. Ini agar kita bisa terhindar dari wabah penyakit Covid-19," tandas Beni. (Kompas.com) 

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0