Kelelahan Menunggu Gunungan Maulid, Nenek 90 Tahun Pingsan di Masjid Agung :: Nusantaratv.com

Kelelahan Menunggu Gunungan Maulid, Nenek 90 Tahun Pingsan di Masjid Agung

Mbah Sayem Diduga Pingsan Di Tengah Keramaian Pengunjung Karena Kelelahan Menunggu Keluarnya Gunungan Garebek
Kelelahan Menunggu Gunungan Maulid, Nenek 90 Tahun Pingsan di Masjid Agung
Mbah Sayem dibopong petugas Linmas dan warga keluar dari lokasi keramaian di halaman Masjid Agung Surakarta di Solo, Jawa Tengah, Jumat (1/12/2017).

Jakarta, Nusantaratv.com - Sayem (90), seorang nenek asal Kabupaten Boyolali, pingsan saat menunggu keluarnya gunungan Garebek Maulid sebagai puncak tradisi Sekaten di halaman Masjid Agung Surakarta di Solo, Jawa Tengah, Jumat (1/12/2017).

Mbah Sayem diduga pingsan di tengah keramaian pengunjung karena kelelahan menunggu keluarnya gunungan Garebek Maulid yang digelar untuk memperingati hari lahirnya Nabi Muhammad SAW.

Melihat Mbah Sayem roboh ke tanah, petugas Linmas yang membantu jalannya prosesi Garebek Maulid dibantu warga membopong Mbah Sayem ke luar dari areal keramaian tersebut.

"Karena kelelahan, dari tadi pagi Mbah Sayem berdiri terus di situ (depan Masjid Agung Surakarta)," kata anak perempuan Mbah Sayem, Sri Suparni.

Dia mengaku, datang jauh-jauh dari Boyolali ke Solo hanya ingin menyaksikan keluarnya dua pasang gunungan Garebek Maulid. Namun, karena kelelahan sebelum gunungan tersebut keluar, Mbah Sayem roboh dan pingsan.

Dua pasang gunungan Garebek Maulid dibawa keluar para abdi dalem dan sentana dalem Keraton Surakarta dari Kori Kamandungan menuju halaman Masjid Agung Surakarta. Di sana gunungan jaler (laki-laki) dan estri (perempuan) didoakan bersama.

Setelah doa selesai dipanjatkan, sepasang gunungan menjadi rebutan ribuan warga di Solo dan sekitarnya. Sementara itu, sepasang gunungan dibawa kembali ke Keraton Surakarta untuk diperebutkan di halaman keraton.

"Keluarnya gunungan jaler dan estri tersebut sebagai puncak tradisi Sekaten untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW," kata GPH Dipokusumo, Pengageng Parentah Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0