Karyawan Positif Corona, Ribuan Pengunjung Indogrosir Di-Rapid Test :: Nusantaratv.com

Karyawan Positif Corona, Ribuan Pengunjung Indogrosir Di-Rapid Test

Sebanyak 57 pegawai Indogrosir dinyatakan reaktif covid-19
Karyawan Positif Corona, Ribuan Pengunjung Indogrosir Di-Rapid Test
Indogrosir Sleman, Yogyakarta. (Net)

Sleman, Nusantaratv.com - Ribuan pengunjung supermarket Indogrosir di Sleman, Yogyakarta, akan menjalani tes cepat virus corona. Hal ini terjadi, setelah salah seorang pegawai dinyatakan positif tertular covid-19. 

Baca juga: Korban Kecelakaan di Bali Positif Corona, 58 Penolongnya Di-Rapid Test 

Rapid test seluruh karyawan supermarket sendiri sudah dilakukan, dan hasilnya 57 pegawai terindikasi positif. 

Menurut Bupati Sleman Sri Purnomo, pihaknya bakal melakukan rapid diagnostic test (RDT) corona terhadap para pengunjung supermarket yang kini ditutup itu. 

"RDT ini ditujukan kepada pengunjung Indogrosir yang melakukan transaksi pada periode 19 April-4 Mei 2020," ujar Sri Purnomo, Jumat (8/5/2020). 

RDT periode pertama digelar pada 12-14 Mei 2020 di GOR Pangukan dengan kuota 1.500 unit rapid test. Sedangkan RDT kedua dilaksanakan pada 19-21 Mei 2020 di tempat yang sama.

Syarat mengikuti rapid test, masyarakat harus memiliki KTP Sleman dan menunjukkan nota transaksi periode 19 April-4 Mei 2020. Nota berlaku untuk satu orang.

Masyarakat dapat mendaftarkan diri secara online melalui situs rdt.slemankab.go.id atau corona.slemankab.go.id. Pendaftaran dimulai pada 10 Mei pukul 16.00 WIB dan ditutup pada 11 Mei pukul 14.00 WIB atau setelah kuota terpenuhi.

Selain itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta juga bakal menggelar rapid test massal kepada warganya yang berkunjung ke Indogrosir. Rapid test yang disediakan sebanyak 700 unit untuk warga yang berkunjung pada 12-14 April lalu.

Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan masyarakat dapat mendaftarkan diri melakui aplikasi CMS di corona.jogjakota.go.id.

"Selanjutnya nanti, warga tinggal menunggu panggilan dari puskesmas terdekat untuk melakukan rapid test," ujar Heroe.

Pemkot Yogyakarta berharap menelusuri sebaran Covid-19 dari klaster Indogrosir itu secara lebih spesifik. Oleh karenanya, masyarakat diimbau untuk pro aktif mendaftarkan diri mengikuti tes massal tersebut.

"RDT ini sebagai alat deteksi sebaran dan peta sebarannya yang nantinya juga akan kami tindaklanjuti dengan tracing terhadap titik-titik pertemuan yang berpotensi sebagai titik sebaran," tuturnya

Heroe, yang juga Wakil Wali Kota Yogyakarta itu juga mengaku akan berkonsultasi dengan Pemprov DIY terkait antisipasi hasil RDT. dengan Pemkab Sleman yang menggelar rapid test secara massal.

"Di Sleman ada 1.500 dan Kota Yogya 700 rapid test, maka harus disiapkan antisipasi dengan penyiapan rumah sakit yang akan menindaklanjuti hasil rapid test tersebut," tandasnya. (CNNIndonesia.com) 

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0