Janda 55 Tahun Terdampak Virus Corona Belum Pernah Dapat Bantuan Sembako  :: Nusantaratv.com

Janda 55 Tahun Terdampak Virus Corona Belum Pernah Dapat Bantuan Sembako 

Padahal, Tamini sendiri masuk dalam kategori warga miskin
Janda 55 Tahun Terdampak Virus Corona Belum Pernah Dapat Bantuan Sembako 
Tamini janda 55 tahun pengepul rongsok di Desa Lau RT 003/RW 005 Kecamatan Dawe, Kudus / Foto: Detik

Jakarta, Nusantaratv.com - Pemerintah terus memberikan bantuan berupa sembako kepada warga yang terdampak virus corona (Covid-19). Sedikitnya ada 9 program bantuan yang diberikan.

Dari 9 bantuan tersebut, dua diantaranya program kartu sembako untuk 20 juta penerima, dengan total anggaran yang disiapkan sebesar Rp 43,6 triliun, dan anggaran Rp 21 triliun.

Dan, untuk program bantuan sosial dana desa yang ditujukan untuk 10 juta keluarga dengan besaran Rp 600.000 per bulan selama tiga bulan.

Namun mirisnya, Tamini, janda 55 tahun ini tidak termasuk dalam salah satu penerima bantuan di atas. Bahkan, hingga saat ini ia juga belum pernah mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah.

Padahal, Tamini sendiri masuk dalam kategori warga miskin. Dimana Tamini hidup seorang diri di rumah sederhananya di Desa Lau RT 003/RW 005 Kecamatan Dawe, Kudus.

"Bantuan belum dapat bantuan dari pemerintah, baik sembako ataupun uang juga ndak dapat. Pernah disuruh naruh KK sama KTP di pak RT sampai sekarang tidak muncul apa-apa," kata Tamini dilansir Detik, Rabu (13/5/2020).

Sebagai informasi, Tamini sendiri berpisah dengan suaminya sejak 15 tahun lalu, dan dari pernikahannya tersebut, mereka tak dikaruniai anak.

Untuk menghidupi dirinya, Tamini menjajal profesi sebagai pengumpul barang rongsokan dengan pendapatan Rp 20 ribu, per satu minggu. Dan kini, ia tak bisa lagi mendapat penghasilan sejak virus corona melanda tanah air tercinta.

"Kehidupan sehari-hari mencari rongsok. Kalau kadang-kadang dapat. Tapi juga kadang pulang ndak dapat rongsok. Seminggu kalau terkumpul ada yang beli Rp 20 ribu. Tapi semenjak ada corona sudah tidak ada yang membeli rongsok," ujarnya.

Beruntung, Tamini hidup bertetangga dengan orang-orang yang memiliki jiwa sosial tinggi, yang kerap memberinya bantuan di masa sulitnya ini.

"Ada bantuan dari tetangga dikasih beras, ada yang kasih lauk juga," ujarnya.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0