Hati-Hati Kirim Video 'Alat Vital' Jangan Sampai Terjadi Seperti Pelajar SMP ini :: Nusantaratv.com

Hati-Hati Kirim Video 'Alat Vital' Jangan Sampai Terjadi Seperti Pelajar SMP ini

Seorang siswi SMP berusia 13 tahun salah kirim video 'alat Vital' miliknya.
Hati-Hati Kirim Video 'Alat Vital' Jangan Sampai Terjadi Seperti Pelajar SMP ini
Ilustrasi video vulgar di handphone

Jakarta, Nusantaratv.com - Maksud hati kirim video pribadi untuk pacarnya, tetapi seorang siswi SMP di Mojosari malah salah kirim ke kakak kelasnya. Alhasil video 'alat vital' si siswi yang salah kirim itu tersebar luas dan dapat disaksikan orang banyak.

Kejadian ini menimpa siswi SMP berinisial SAI, 13, warga Kecamatan Mojosari.

Meski durasi video cukup singkat hanya 8 detik, namun video yang mempertontonkan bagian vital si SAI tersebut tersebar malalui aplikasi WhatsApp.

Belum diketahui pasti kapan dan di mana adegan video ini direkam. Namun, hasil penelusuran di lapangan, video ini diduga sengaja dibagi oleh korban sendiri kepada sang pacar, yang dikenal lewat media sosial (medsos) facebook.

Akan tetapi, dalam pengiriman file videonya disinyalir korban salah kirim, yakni kepada salah satu kakak kelasnya di sekolah yang sama.

“Saya kurang tau pastinya. Namun yang saya dengar tersebarnya video tersebut karena dia salah kirim video itu ke kontak WhatsApp kakak kelasnya,” ungkap Ae salah seorang siswi SMP di Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, mengutip Faktualnews.co, Rabu (09/10/2019)

Kendati mereka tak sepenuhnya percaya jika video tersebut diperagakan oleh salah satu siswi yang mereka kenal, tetap saja hal itu membuat mereka heboh. Tanpa menunggu hitungan menit, video itu dengan cepat menyebar.

“Iya, video itu sudah beredar di grup-grup WhatsApp kakak kelas juga. Malah sempat dibuat status di WA,” tegasnya.

Didapat informasi, penyebaran video itu sudah didengar para guru di sekolah siswi tersebut.

Salah satu sumber mengatakan, korban sudah dipanggil dewan guru dengan didampingi orang tuanya untuk diklarifikasi. Bahkan, disebut-sebut SAI sempat akan dikeluarkan dari sekolah. Namun, hal itu urung dilakukan setelah orang tua korban berkukuh meminta agar putrinya tetap diperbolehkan sekolah tersebut.

“Infonya dia akan diskorsing selama satu bulan. Tapi pastinya, coba dikroscek dulu ke sekolah,” ujarnya.

Sementara itu, pihak sekolah sampai berita ini diunggah belum memberi klarifikasi soal kebenaran peredaran video salah satu muridnya.

“Maaf, saat ini sedang berlangsung ujian, jadi kepala sekolah sedang tidak ada di tempat,” ungkap penjaga sekolah. 

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0