Gubernur Ganjar Minta Jangan Ada Lagi Penolakan Pemakaman Jenazah Pasien Corona :: Nusantaratv.com

Gubernur Ganjar Minta Jangan Ada Lagi Penolakan Pemakaman Jenazah Pasien Corona

Ganjar Pranowo Minta Masyarakat Tidak Membuat Stigma Kepada Pasien COVID-19 yang Masih Dirawat.
Gubernur Ganjar Minta Jangan Ada Lagi Penolakan Pemakaman Jenazah Pasien Corona
Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah (Jateng). (Dok. Humas Pemprov Jateng)

Jakarta, Nusantaratv.com - Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah (Jateng) meminta masyarakat bersimpati terhadap keluarga yang ditinggalkan dan tidak menolak pemakaman jenazah pasien positif virus corona (COVID-19).

"Tolong, tolong betul saya meminta. Jangan ada lagi penolakan terhadap jenazah yang dinyatakan positif corona. Mari kita jaga perasaan korban dan keluarganya," kata Gubernur Ganjar, dilansir dari laman humas.jatengprov.go.id, Kamis (2/4/2020).

Penolakan dari masyarakat, menurut politisi PDI Perjuangan itu, justru akan semakin membuat keluarga terpukul. Kehilangan orang tercinta, tidak boleh melihat wajah jenazah, mendekat maupun ikut menguburkan jenazah dirasa sudah cukup membuat pihak keluarga sangat sedih.

"Jagalah perasaan mereka, kita harus merasakan sakitnya seperti apa mereka saat ini. Mereka sudah sangat sakit dengan kondisi ini, tolong jangan ditambah lagi perasaan sakitnya mereka. Mari kita berikan dukungan dan semangat bersama-sama," imbuhnya.

Baca Juga: Tangkal COVID-19, Pemprov Jateng Siap Gelontorkan Rp1,4 Triliun

Lebih lanjut, dia mengungkapkan dirinya sudah bertanya ke sejumlah pakar kesehatan terkait hal ini. Dari situ dia mendapat informasi, bahwa kalau sudah meninggal dan prosedur pemakaman sudah dilakukan, maka tidak akan menimbulkan penularan ke masyarakat sekitar.

"Kalau sudah dilakukan sesuai prosedur, jenazah sudah dibungkus dan dikubur, itu tidak apa-apa. Virusnya ikut mati di sana. Yang penting jangan ikut melayat," tambah pria berusia 51 tahun itu.

Gubernur Ganjar juga meminta masyarakat tidak membuat stigma kepada pasien COVID-19 yang masih dirawat, termasuk yang masih berstatus orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP).

"Kasihan mereka, mereka itu bukan musuh kita. Justru mereka butuh dukungan. Ingat lho, sudah banyak yang sembuh dari penyakit ini," jelas alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta itu.

Diketahui, aksi penolakan pemakaman jenazah yang meninggal akibat COVID-19 terjadi di beberapa tempat. Warga berdalih takut tertular virus dari jenazah yang dimakamkan. 

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0