Ganjar Pastikan Stok Pangan Jateng Aman Hingga 11 Bulan ke Depan :: Nusantaratv.com

Ganjar Pastikan Stok Pangan Jateng Aman Hingga 11 Bulan ke Depan

Ganjar Pranowo Meminta Masyarakat Tidak Khawatir Kekurangan Pangan.
Ganjar Pastikan Stok Pangan Jateng Aman Hingga 11 Bulan ke Depan
Ilustrasi bahan pangan. (Geosiar)

Semarang, Nusantaratv.com - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo memastikan stok pangan di Jateng aman hingga minimal 11 bulan ke depan. Kendati di tengah pandemi virus corona (COVID-19) yang membuat masyarakat terdampak serta bertambahnya penduduk akibat masuknya pemudik, stok pangan di Jateng masih relatif aman.

"Kami sudah menyiapkan skenario dan mekanismenya, termasuk memenuhi seandainya pemudik yang masuk ke Jateng lebih banyak. Entah mereka yang lolos dari PSBB dan masuk ke Jateng atau masyarakat yang kena PHK dan terdampak COVID-19. Kita semua sudah menyiapkan," kata Ganjar di rumah dinasnya, Selasa (5/5/2020), dikutip dari laman humas.jatengprov.go.id.

Terdapat tiga skenario yang disiapkan Ganjar berdasarkan penghitungan jumlah penduduk, penambahan pemudik dan kemampuan ketahanan pangan. Skenario pertama, ungkap Ganjar, jika jumlah penduduk Jateng masih tetap di angka 34,5 juta jiwa, maka ketahanan stok pangan di Jateng bisa bertahan 13 bulan ke depan.

"Kalau penduduk saat ini ketambahan pemudik kira-kira 500 ribuan orang, maka stok pangan kita bisa bertahan 11,5 bulan. Namun kalau penduduk sekarang ketambahan sejuta pemudik, maka ketahanan pangan kita stoknya jadi 11 bulan," lanjutnya.

Dari semua kebutuhan pokok, hanya gula dan bawang putih yang stoknya sempat menipis. Namun kondisi itu telah disiasati pemerintah pusat dengan membuka kran impor.

"Sekarang sudah aman, bahkan akibat bawang putih impor sudah masuk, ada 6000 ton bawang putih milik petani di Temanggung tidak terbeli karena tidak bisa bersaing. Kami dari Pemprov dan Pemkab Temanggung sudah membuat gerakan membeli dan sekarang sudah teratasi," tambah politisi PDI Perjuangan itu.

Untuk itu, dia meminta masyarakat tidak khawatir kekurangan pangan. Terlebih saat ini Jateng telah memasuki masa panen. "Selain stok pangan, kami juga berupaya untuk mengendalikan fluktuasi harga di pasaran. Kami selalu menjaga agar fluktuasi terjaga sehingga tidak terjadi inflasi," tukas Ganjar.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0