FGD Jadi Salah Satu Program Menangkal Radikalisme di Gorontalo :: Nusantaratv.com

FGD Jadi Salah Satu Program Menangkal Radikalisme di Gorontalo

Harapan Lelaki Paruh Baya Itu Sederhana, Hanya Ingin Gorontalo Khususnya Bone Bolango Terbebas Dari Isu-Isu Radikalisme
FGD Jadi Salah Satu Program Menangkal Radikalisme di Gorontalo
Focus Group Discussion

Jakarta, Nusantaratv.com - Focus Group Discussion alias FGD, terlihat di gelar di beberapa Polres di wilayah Gorontalo. Pantauan kami dilapangan, Polres yang menggelar FGD itu antara lain Bone Bolango, Pohuwato, Boalemo, dan Limboto.

FGD yang digelar pada Selasa ( 25/9/2019) hingga Kamis (27/9/2018) ini bertujuan untuk membuka dialog dengan masyarakat tentang paham radikalisme. Yang mana turut hadir dalam FGD itu tokoh agama, tokoh masyarakat, perwakilan tiap polres, dan masyarakat sendiri yang terdiri dari pekerja dan pelajar.

Dalam tiap sesi diskusi, pemateri memaparkan mengenai radikalisme. Tentang dampak, penyebab, penyebaran, dan antisipasinya. Kemudian dilanjutkan tanya jawab dengan hadirin.

Salah satu yang menarik adalah saat FGD di wilayah Bone Bolango. Dimana Polres Bonbol, mengundang masyarakat yang mayoritas bekerja sebagai nelayan untuk menjadi peserta FGD. Tak disangka, mereka juga sangat concern terhadap isu radikalisme ini yang menurut mereka lebih mengarah kepada aksi terorisme.

Merdian Bau (52) seorang warga Bone Bolango yang juga ikut dalam FGD itu menuturkan, dirinya merasa tertarik menghadiri FGD yang membahas radikalisme itu. Ia yang sehari-hari berprofesi sebagai nelayan, ikut cemas terhadap paham radikalisme yang belakangan mulai menyebar.

"Saya mau tahu lebih jelas tentang radikal. Makanya saya datang. Itu bahaya. Kita harus punya peran untuk itu," tuturnya dalam dialek Gorontalo yang khas.

Kata Merdian, di wilayah tempat tinggalnya sempat didatangi beberapa orang asing yang menurutnya mencurigakan. Untuk mengurangi prasangka buruk, dia akhirnya ikut hadir dalam FGD. Sehingga pemahamannya tentang radikal makin banyak.

" Ada di dekat saya punya rumah. Orang yang datang lalu dicurigai karena penampilannya. Daripada kita berbuat fitnah setiap ada yang datang, ya kita harus tahu seperti apa sebenarnya mereka yang menyebabkan radikalisme itu,"ujarnya.

Harapan lelaki paruh baya itu sederhana, hanya ingin Gorontalo khususnya Bone Bolango terbebas dari isu-isu radikalisme. Ia pun berterima kasih kepada jajaran kepolisian di Gorontalo yang telah mengadakan FGD tentang radikal itu.

" Senang, dan berterima kasih sudah membuat acara ini. Jadi kami paham dan bisa langsung bercerita apa yang menjadi keluh kesah kami ketika menemui hal-hal yang berbau radikal itu,"tutupnya.(Cal)

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0