Eks STIE Bank Jateng Siap Digunakan untuk Tempat Isolasi TKI Terkait COVID-19 :: Nusantaratv.com

Eks STIE Bank Jateng Siap Digunakan untuk Tempat Isolasi TKI Terkait COVID-19

Ganjar Pranowo Minta Standar Protokol Kesehatan Wabah COVID-19 Dilaksanakan Dengan Baik.
Eks STIE Bank Jateng Siap Digunakan untuk Tempat Isolasi TKI Terkait COVID-19
Ganjar Pranowo mengecek sarana prasana yang telah disiapkan di gedung eks STIE Bank Jateng. (Vivi/Humas Jateng)

Jakarta, Nusantaratv.com - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo dan istri, Atikoh Ganjar Pranowo, menyempatkan menengok gedung eks STIE Bank Jateng, disela aktivitas bersepeda, pada Sabtu (18/4/2020) pagi.

Gedung yang terletak di kawasan Pasar Johar, Kota Semarang, itu direnovasi dan difungsikan sebagai tempat isolasi bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Jateng.

Ganjar mengecek satu persatu sarana prasana yang telah disiapkan di gedung ini, mulai dari tempat tidur, ruang dokter, APD (alat pelindung diri), serta toilet.

"Alhamdulillah setelah dikebut, pembangunan tempat isolasi di STIE Bank Jateng ini sudah selesai. Ada 10 kamar yang disiapkan, ruang dokter, gudang obat dan lainnya. Mulai hari ini sudah bisa ditempati," kata Ganjar, dilansir dari laman humas.jatengprov.go.id, Sabtu (18/4/2020).

Dalam waktu dekat, gedung itu direncanakan untuk mengisolasi 9 TKI asal Malaysia yang akan pulang ke Jateng. Menurut Ganjar, kesembilan TKI itu sebelumnya telah menjalani isolasi di Sumatera Utara (Sumut).

"Nanti kami jemput dan menempatkan mereka di sini untuk menjalani masa isolasi. Mudah-mudahan mereka sehat semuanya, namun ini bagian dari kita untuk mengontrol dan cara kita berhati-hati demi menjaga kesehatan semuanya," tegasnya.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Mendadak Datangi Asrama Mahasiswa Papua, Ini yang Dilakukannya

Selain untuk mengisolasi TKI yang akan pulang, Ganjar mengatakan, gedung itu bisa dipakai masyarakat yang membutuhkan tempat isolasi. Apalagi, di gedung tersebut masih banyak ruangan kosong yang dapat dimanfaatkan.

"Ini bisa dipakai siapapun dan menjadi salah satu tempat yang kami siapkan. Kami sudah menyiapkan banyak tempat, termasuk di sini, di hotel-hotel milik kami termasuk Hotel Kesambi, Balai Diklat bahkan kalau diperlukan ada asrama haji di Solo. Semua sudah kami siapkan, agar banyak alternatifnya. Mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk meng-cover semua permasalahan yang muncul, meskipun kita sama-sama berharap itu tidak terjadi," tutur Ganjar.

Kendati dibangun secara mendadak, namun Ganjar meminta agar aspek keamanan dan kenyamanan tetap diperhatikan. Dia meminta agar standar protokol kesehatan wabah virus corona (COVID-19) benar-benar dilaksanakan dengan baik.

"Makanya dibuat sekat-sekat perkamar satu orang, dengan bangunan dari kaca agar mudah dibersihkan. Saya juga minta Dinkes Jateng menyiapkan protokol kesehatan sedetil mungkin, termasuk manajemen limbahnya. Karena kalau tidak dikelola dengan baik, ini bisa berbahaya," imbuhnya.

Sementara itu, Heri Nunggal, Kepala Divisi Umum Bank Jateng, menyebut bila di gedung eks STIE Bank Jateng telah dibangun 10 kamar isolasi pasien lengkap dengan ruang dokter, ruang obat, tempat olahraga dan lainnya.

"Sebenarnya masih banyak tempat yang bisa dibuat, karena gedung ini cukup luas sehingga bisa menampung banyak. Nanti kami akan terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan apabila diperlukan penambahan," tukas Heri.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0