Dituding Penyebab Longsor Sukajaya, Warga Tolak Tambang Emas Ilegal di TNGHS :: Nusantaratv.com

Dituding Penyebab Longsor Sukajaya, Warga Tolak Tambang Emas Ilegal di TNGHS

Warga meminta pemerintah daerah turun tangan
Dituding Penyebab Longsor Sukajaya, Warga Tolak Tambang Emas Ilegal di TNGHS
Pembentangan spanduk penolakan tambang emas ilegal oleh warga Sukajaya.

Jakarta, Nusantaratv.com - Keberadaan tambang emas ilegal di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Bogor, Jawa Barat diprotes warga. Sebab, tambang di Blok Pilar ini dituding menjadi salah satu penyebab terjadinya bencana alam tanah longsor yang melanda Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, beberapa waktu lalu. 

Baca juga: Banjir Bandang, Jokowi Minta Penambangan Emas di TNGHS Disetop

Karena dianggap menyebabkan bencana dan melanggar hukum, warga membentangkan spanduk penolakan di sekitar lokasi eksploitasi alam tersebut.

"Penolakan terhadap kegiatan penambangan emas ilegal di Kecamatan Sukajaya Bogor dengan memasang spanduk di lokasi parkir motor yang biasa digunankan oleh para penambang emas ilegal atau biasa disebut gurandil. Kami masyarakat Sukajaya menolak keras adanya penambangan emas liar di Gunung Halimun Salak yang dapat merusak hutan dan mengakibatkan bencana longsor," ujar Ade (50), warga setempat, Rabu (22/1/2020). 

Ia berharap pemerintah daerah dalam mengeluarkan kebijakan yang berkaitan dengan lingkungan, lebih selektif. 

"Pemerintah Kabupaten Bogor harus arif dalam menjaga alam, jangan karena kepentingan oknum tertentu mengorbankan alam yang dianugerahkan Allah," tuturnya.

"Kegiatan penambangan emas ilegal di wilayah Kecamatan Sukajaya seharusnya mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah setempat karena bisa berdampak pada kerusakan lingkungan sehingga menyebabkan bencana alam," sambungnya. 

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebelumnya menyampaikan ada tiga hal yang menjadi penyebab longsor di Sukajaya, Kabupaten Bogor. Kesimpulan ini 
 hasil penelitian yang dilakukan bersama Badan Geologi, Badan Informasi Geospasial (BIG), dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan). 

"Persoalannya adalah yang berhubungan dengan masalah tambang, kedua ilegal loging, kemudian alih fungsi yang disebabkan untuk perkebunan pertanian juga permukiman," kata Kepala BNPB Doni Monardo usai meninjau lokasi bencana di Sukajaya, Bogor, Sabtu (18/1/2020). 

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0