Dikasihani Warga Karena Yatim Piatu, Pemuda Malah Jadi Pencuri :: Nusantaratv.com

Dikasihani Warga Karena Yatim Piatu, Pemuda Malah Jadi Pencuri

Polisi tangkap pemuda yatim piatu yang curi ponsel dan tipu sejumlah warga Lumajang
Dikasihani Warga Karena Yatim Piatu, Pemuda Malah Jadi Pencuri
Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban berbincang dengan pelaku pencurian dan penipuan Praksi (28)

Jakarta, Nusantaratv.com -Sudah dikasihani dan dibantu warga karena kondisinya, pria di Desa Mlawang, Klakah, Lumajang malah jadi pencuri. Pria bernama Paksi (28) bahkan melakukan sejumlah aksi penipuan. Pelaku dikasihani dan kerap ditolong warga, lantaran sejak kecil tak memiliki ayah dan ibu. Akibat tindakan nekatnya, Paksi harus berurusan dengan penegak hukum.

"Meskipun tersangka seringkali melakukan pencurian di wilayah tersebut, namun sebenarnya warga Kecamatan Klakah mengenal pelaku sebagai sosok yang dikasihani. Sejak kecil ia sudah yatim piatu, sehingga banyak warga yang iba melihat kondisinya," ujar Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban, Jumat (5/7/2019). 

Karenanya selain memproses hukum, pelaku juga akan direhabilitasi oleh polisi.

"Saya akan menasehati pelaku agar tak lagi suka mencuri. Karena pada dasarnya, masyarakat sekitar sayang dengan dia," ungkap Arsal.

Polisi sendiri menangkap Paksi karena mencuri ponsel warga. Ponsel digunakan pelaku untuk menipu kerabat korban. Paksi ditangkap Tim Cobra Polres Lumajang pada 16 Juni 2019 lalu. 

"Dalam penangkapan petugas berhasil mengamankan berbagai barang curian, diantaranya adalah 1 laptop merk Lenovo warna hitam, 3 buah handphone dengan rincian 1 buah Oppo, 1 buah Nokia dan 1 buah Samsung J2 Prime," tutur Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Hasran Cobra. 

Kepada polisi, Paksi mengaku kerap kali melakukan pencurian. Korban teranyar ialah  seseorang yang tak ia kenali, yang kejahatannya berlangsung pada siang hari. 

Mulanya tersangka melihat pintu depan rumah korban terbuka, sehingga ia masuk dan mengambil HP yang berada di ruang tengah, dan ponsel di kamar korban. 

Setelah membawa kabur ponsel ke rumah, pelaku melepas kartu SIM pada ponsel dan memindahkan ke HP pelaku. Ia lalu menghubungi nomor kerabat korban dan mengaku sebagai korban. Pelaku yang berpura pura sakit tifus, berhasil mengelabuhi dua kerabat korban dengan masing masing kerugian sebesar Rp 300 ribu.

Menurut Hasran pelaku telah membuat resah warga karena kerap kali mengulangi perbuatannya. 

"Warga sampai resah setiap kali melihat pelaku, karena takut ada barang-barang yang hilang setelahnya. Tersangka kita kenakan pasal pencurian dengan pemberatan karena memasuki rumah orang lain tanpa ijin dan melakukan pencurian. ancaman pidana pelaku maksimal sembilan tahun," tandas Kepala Tim Cobra ini. (Rizk)

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0