Di Balik Cerita Pahit Sebuah Kegagalan :: Nusantaratv.com

Di Balik Cerita Pahit Sebuah Kegagalan

Mungkin Gagal Akan Lebih Baik Di Banding Berhasil
Di Balik Cerita Pahit Sebuah Kegagalan
Perjalanan orang yang mencari jati diri Sumber foto: perume

Jakarta, Nusantaratv.com - Mungkin gagal akan lebih baik di banding berhasil. Jika, kegagalan itu membawanya ke arah yang lebih baik, melijit, optimis, bahkan meninggalkan sepenuhnya sesuatu yang telah menjadi bagian kegagalan itu. 

Bukankah kegagalan itu pernah di alami manusia sukses bernama Adam, Musa juga Yunus. Gagal sebagai jalan cerita mulus menuju cerita mulai. Adam saat di surga telah gagal berlaku taat, bermakisiat, lalu bertobat, maka, dia pun diampuni dan selamat.

Sementara, iblis telah berhasil dalam ibadahnya lalu memuliakan diri. Nyaris, menyamai mulia malaikat. Hingga membanggakan diri (ujub) dan membangkang terhadap perintah Allah Swt. Maka baginya laknat abadi.

Musa gagal menahan diri, membunuh orang, lalu lari meninggalkan negri. Kelak dia diangkat menjadi nabi. Sementara Qarun berhasil menjadi kaya,  lalu menakjubi kemampuanya, membanggakan diri. Sombong  dengan kekayaanya.

Akhirnya, ia pun di tutup dengan cerita episode akhir dan tragis yang mengesankan, ditelan bumi. Nabi yunus gagal bersabar, pergi dengan amarah, meninggalkan tugasnya. tapi, lalu dia insaf di dalam perut ikan.

Diresponnya keadaan berat ujian itu dengan lisan yang bergetar hebat dan istighfar dengan memohon ampun ke pada Allah Swt. Lalu Allah pun ridha, mengampuni, menyalamtkannya, kemudian pun umatnya berduyun-berduyun mengimani kebenaran.

Disisi lain, Bal'an berhasil menjadi ulama mustajab doanya. Tetapi, berakihr dengan hina. Karena itu mulai sekarang kita hentikan sedih berkepanjangan terhadap ke gagalan yang kita alami di masa lalu atau pun sekarang. Tetaplah kita tersenyum, optimis mesiki berada di tempat dan momen yang buruk.

Lemparkan pandangan kedepan, jemput kebaikan berdimensi banyak, jangan lengah, Bismillah. Susurui kisah-kisah orang yang gagal kemudian di mualiakan Allah dalam kitabnya. Bagaimana sikap dan ungkapan mereka. 

"Duhai Allah, kami telah aniaya diri kami. Andai tiada kau ampuni dan kasihi, sungguh kami termasuk kaum yang rugi," lirih Nabi Adam dan Hawa setelah mengalami ke gagalan. 

"Ya rabb, pencipta, penguasa, pemelihara, dan pengatur semua urusanku. Telah ku aniaya diriku maka ampunilah aku," demikian munajat Nabi Musa. 

"Tiada tuhan sesembahan yang hak selain engkau.mahasuci engkau, sungguh aku termasuk insan yang aniaya," iba Nabi Yunus dalam gelap berlipat gulita di dalam perut ikan.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0