Bayar Rp 100-300 Ribu, Di Gilimanuk Bisa Mudik Pakai Surat Keterangan Sehat Palsu :: Nusantaratv.com

Bayar Rp 100-300 Ribu, Di Gilimanuk Bisa Mudik Pakai Surat Keterangan Sehat Palsu

Dengan surat tersebut, Tofik bisa melenggang bebas mudik ke kampung halaman
Bayar Rp 100-300 Ribu, Di Gilimanuk Bisa Mudik Pakai Surat Keterangan Sehat Palsu
Surat keterangan sehat yang diduga palsu.

Gilimanuk, Nusantaratv.com - Sejumlah syarat diberlakukan terhadap masyarakat yang hendak melakukan perjalanan di tengah pandemi covid-19. Salah satunya, surat keterangan sehat dari otoritas terkait.

Baca juga: Penumpukan Penumpang Tanpa Social Distancing di Bandara Soetta, Ini Dalih AP II 

Demi mendapatkan surat ini, masyarakat sampai rela mengeluarkan uang lebih. Bahkan, mereka tak ragu membayar Rp 100-300 ribu untuk sebuah surat keterangan sehat palsu.

Hal ini yang terjadi pada salah satu pemudik dari Denpasar, yang hendak menyeberang ke Pulau Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk.

"Saya belinya di Gilimanuk. Awalnya saya enggak mau beli, tapi karena kepepet pulang, terpaksa saya beli Rp 100 ribu. Kalau ramai dijual Rp 250-Rp 300 ribu per surat," ujar Tofik, Rabu (13/5/2020).

Berdasarkan foto surat keterangan sehat palsu yang ia ungkapkan, nampak pada kop surat tertulis "UPTD Puskesmas II Dinas Kesehatan Kecamatan Denpasar Barat".

Informasi ini juga Tofik kisahkan di sebuah grup media sosial Facebook melalui akun miliknya.

Peristiwa ini terjadi pada Senin (11/5/2020).

Mulanya, Tofik duduk merenung di Pelabuhan Gilimanuk. Sebab, ia tak diperbolehkan menyeberang lantaran tak memiliki surat keterangan sehat. 

Namun tiba-tiba, di kala malam, ada seorang pria yang diduga tukang ojek di kawasan Pelabuhan Gilimanuk, menghampirinya dan menawarkan surat keterangan sehat tersebut. Ia awalnya menanyakan kepada Tofik apakah hendak menyeberang.

"Yang nawarin saya bukan petugas polisi, tapi kaya opang itu. Ojek pangkalan, dari kemarin malamnya saya ditawari Rp 250 ribu, saya bilang enggak ada uang, sampai besok paginya saya didekati lagi, saya tawar Rp 50 ribu enggak dikasih, dan akhirnya Rp 100 ribu dikasih, akhirnya saya beli," tutur Tofik.

Usai menyatakan bersedia membeli, pria yang menawarkan surat lalu pergi ke suatu tempat yang tak jauh dari tempat Tofik.

Tidak lama berselang, sang pria menyerahkan surat keterangan sehat itu ke Tofik.

"Setelah saya dapat suratnya, saya diizinkan menyeberang," jelas Tofik.

Tofik mengaku tak tahu di mana pria itu mendapatkan surat dalam waktu yang sangat singkat.

Tapi, ia menduga pria itu sudah memiliki soft copy atau mentahan surat, sehingga ia perbanyak dengan cara di-print di Gilimanuk.

"Terpaksa itu saya beli, dan yang beli bukan saya saja, banyak pemudik yang beli. Daripada balik lagi ke Denpasar, ya terpaksa beli di sana," jelas Tofik.

Sebelum memutuskan mudik, sesungguhnya Tofik sempat berkoordinasi dengan pihak prajuru banjar tempatnya tinggal di Denpasar. Tapi, prajuru banjar mengaku tak bisa mengeluarkan surat apapun lantaran pemerintah melarang masyarakat mudik. 

"Akhirnya saya nekat langsung ke Gilimanuk, karena kontrakan dan kos-kosan sudah enggak ada buat bayar," jelasnya.

Kini Tofik sudah berada di kampung halamannya berkat 'surat sakti' tersebut. (Tribun)

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0