Banjir Bandang, Jokowi Minta Penambangan Emas di TNGHS Disetop :: Nusantaratv.com

Banjir Bandang, Jokowi Minta Penambangan Emas di TNGHS Disetop

Jokowi menilai kerugian yang didapat lebih besar ketimbang keuntungan dari aktivitas ilegal itu
Banjir Bandang, Jokowi Minta Penambangan Emas di TNGHS Disetop
Presiden Jokowi saat meninjau lokasi banjir bandang di Kabupaten Lebak.

Jakarta, Nusantaratv.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta aktivitas penambangan emas ilegal di Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) dihentikan. Sebab, hal itu menjadi salah satu penyebab banjir bandang di Kabupaten Lebak, Banten, Rabu (1/1/2020). 

Baca juga: Janji Penanganan Banjir Anies Ditagih Wali Kota Bogor 

"Di Kabupaten Lebak, Banten, kita lihat ini karena perambahan hutan, karena penambangan emas secara ilegal," ujar Jokowi di Pondok Pesantren (Ponpes) La Tansa, salah satu lokasi banjir bandang, Selasa (7/1/2020).

Jokowi meminta langsung Gurbernur Banten Wahidin Halim, dan Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya, segera menghentikan aktivitas tambang di TNGHS, khususnya di Kabupaten Lebak. 

Sebab jika tidak, keuntungan yang diraih tidak sebanding dengan kerugian yang didapat masyarakat banyak. 

"Enggak bisa lagi, karena keuntungan satu dua tiga orang, kemudian ribuan lainnya dirugikan dengan adanya banjir bandang ini," jelasnya. 

Adapun saat di ponpes yang terletak di Kampung Parakansantri, Desa Banjar Irigasi, Kecamatan Lebakgedong ini, Jokowi menyempatkan keliling di titik-titik banjir. Salah satunya di belakang Ponpes yang tepat di tepi Sungai Ciberang.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0