Arkom Palu Inisiasi Penanaman Terumbu Karang Transplantasi di Sekitar Teluk Palu :: Nusantaratv.com

Arkom Palu Inisiasi Penanaman Terumbu Karang Transplantasi di Sekitar Teluk Palu

Penanaman terumbu karang transplantasi dilakukan warga Kelurahan Mamboro bersama sukarelawan Arkom palu, tepatnya di pantai Mamboro Barat, Kota Palu pada Minggu siang 21 Juli 2019.
Arkom Palu Inisiasi Penanaman Terumbu Karang Transplantasi di Sekitar Teluk Palu
Penanaman transplantasi terumbu karang (NTV /Tri Iswanto)

Palu, Nusantaratv.com -Kerusakan terumbu karang di Pantai Mamboro, Kota Palu akibat tsunami, membuat hasil tangkapan nelayan setempat berkurang drastis. 

Guna mengembalikan ekosistem laut yang rusak tersebut ke kondisi semula, minggu pagi sejumlah nelayan bersama sukarelawan Arsitek Komunitas ( Arkom Palu ) menginisiasi penanaman terumbu karang transplantasi di sekitar Teluk Palu. 

Bibit terumbu karang sendiri diambil warga dari Donggala yang berjarak 11 kilometer dari lokasi penanaman. 

Penanaman terumbu karang transplantasi dilakukan warga Kelurahan Mamboro bersama sukarelawan Arkom palu, tepatnya di pantai Mamboro Barat, Kota Palu pada Minggu siang 21 Juli . 

Sebanyak 116 bibit karang di 29 media transplantasi ditanam warga di perairan yang berjarak sekitar 250 meter dari bibir pantai.

 Bibit terumbu karang ini sebelumnya diambil warga menggunakan perahu di perairan Desa Kabonga, Kabupaten Donggala yang berjarak 11 kilometer dari lokasi penanaman dengan menggunakan perahu. 

Terumbu karang yang dipilih nelayan untuk ditanam berjenis karang jahe yang mudah tumbuh dan berkembang dalam waktu delapan sampai satu tahun. 

Bahan Media transplantasi untuk karang ini seperti besi, pipa berasal dari sisa-sisa tsunami, sedangkan bahan lainnya merupakan bantuan dari sukarelawan. 

Ahmad Maliki, nelayan setempat mengungkapkan inisiatif menanam terumbu karang ini muncul lantaran pascabencana ia dan nelayan lainnya tidak mendapat ikan saat melaut akibat hilangnya karang-karang yang selama ini menjadi rumah bagi ikan. 

 Bahkan hingga saat ini atau sepuluh bulan pascabencana yang terjadi pada 28 september 2018, para nelayan di lokasi ini terpaksa bekerja secara serabutan akibat hilangnya sumber pencarian utama mereka. 

Warga bertekad akan terus menanam terumbu karang di lokasi ini, juga sebagai langkah mitigasi pemukiman mereka, sebab terumbu karang juga dapat meminimalisasi datangnya ombak.

Kawasan Kelurahan Mamboro, Kota Kalu sendiri sebelum bencana merupakan kawasan konservasi terumbu karang yang ditetapkan oleh pemerintah Kota Palu. Di kawasan pesisir ini terdapat seratusan nelayan yang menggantungkan hidupnya dari hasil laut. (Iswanto).

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0