Anggap Tagihan Karaoke Mahal, Oknum Polisi Ngamuk dan Pukul LC :: Nusantaratv.com

Anggap Tagihan Karaoke Mahal, Oknum Polisi Ngamuk dan Pukul LC

Oknum polisi juga hendak menodongkan senjata api dan memeriksa urin pegawai tempat karaoke
Anggap Tagihan Karaoke Mahal, Oknum Polisi Ngamuk dan Pukul LC
Ilustrasi polisi pelanggar hukum

Jakarta, Nusantaratv.com - Oknum polisi dari Polda Jawa Tengah (Jateng) mengamuk di tempat hiburan rumah karaoke Excellent, Bandungan, Kamis (5/9/2019) dini hari. Alasannya, mereka tak mau membayar tagihan dengan alasan pajak yang terlalu tinggi.

Selain marah-marah, salah satu pelaku disebut hendak menodongkan senjata api yang dibawa dan sempat memukul perempuan pemandu karaoke atau ladies companion (LC).

Menurut Kasubbag Humas Polres Semarang, Iptu Budi Supraptono, awalnya para pelaku datang ke lokasi, Kamis (6/9/2019) sekitar pukul 00.15 WIB. Mereka yang berjumlah empat orang, ke tempat itu dengan mengendarai Nissan Grand Livina bernomor polisi K 9210.

Mereka selanjutnya memesan ruang karaoke di ruang nomor 14 bersama empat perempuan pemandu karaoke.

Lalu sekitar pukul 2.45 WIB, keempat laki-laki tersebut menuju kasir hendak membayar tagihan.

Kasir pun menyodorkan tagihan untuk ruangan dan minuman keras (miras) sebesar Rp 1.908.525.

Melihat nominal yang tertera, keempat pria tersebut tak menerima dan mempermasalahkan pajak sebesar 15 persen yang tercantum pada nota.

Para pelaku pun mengeluhkan pelayanan LC yang dinilai tak memuaskan.

Dalam keadaan emosi, keempat pelaku mengaku sebagai anggota Direktorat Reserse Narkoba Polda Jateng dan memarahi kasir dan karyawan yang berada di tempat tersebut.

"Pada saat saksi atas nama Afif masuk ke ruang kasir, seorang pelaku menarik kaos dan mengatakan ke Afif, 'Kamu pakai narkoba ya?' kemudian pelaku memborgol Afif dan menyuruh Afif untuk tes urin dan hasilnya negatif," kata Budi.

Mendengar adanya keributan, Manajer Excellent Pristiyono Hartanto, datang dan mencoba mengurai permasalahan.

Saat tengah dilakukan kroscek, seorang anggota yang tidak diketahui namanya kembali emosi dan mencabut senjata api dari pinggang, namun dicegah oleh kawan-kawannya.

Seorang pelaku sempat memukul para LC yang ada di lokasi.

Kendati sempat terjadi keributan, para pelaku akhirnya membayar tagihan sebesar Rp 1,9 juta itu.

Tapi, para pelaku berpesan pada Pristiyono agar perkara tersebut tidak keluar. Seorang pelaku juga memberikan nomor ponselnya.

Namun karena merasa dirugikan, persoalan itu dilaporkan Pristiyono ke Kapolsek Bandungan.

"Kami telah menerima laporan, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), menanyai saksi, dan mengumpulkan barang bukti, dan berkoordinasi dengan Resmob Polres Semarang dan Polda Jateng," kata Budi.

"Dari hasil olah TKP kami mengidentifikasi dua dari empat pelaku yakni Bripka Candra dan Aipda Eri, keduanya anggota Narkoba Polda Jateng," imbuh dia.

Untuk pelaku lainnya masih dalam penyelidikan. Sedangkan barang bukti yang diamankan yakni satu buah tes kit urin dan nota tagihan karaoke ruang 14.

Budi menegaskan pihaknya akan memproses hukum setiap pelanggaran, termasuk yang dilakukan oleh anggota Polri.

"Semua mendapat hak dan kewajiban yang sama di mata hukum baik itu anggota kepolisian, tidak ada yang kebal hukum. Terima kasih," tandasnya.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0