Ada 26 Pengunjung Pasar Kobong Positif Virus Corona, Ganjar Tegaskan Perketat Protokol Kesehatan :: Nusantaratv.com

Ada 26 Pengunjung Pasar Kobong Positif Virus Corona, Ganjar Tegaskan Perketat Protokol Kesehatan

Ganjar Pranowo Menginstruksikan Agar Bupati Maupun Wali Kota Tidak Segan Bertindak Tegas.
Ada 26 Pengunjung Pasar Kobong Positif Virus Corona, Ganjar Tegaskan Perketat Protokol Kesehatan
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. (Humas Jateng)

Jakarta, Nusantaratv.com - Mendekati Hari Raya Idul Fitri, pengunjung di sejumlah pasar maupun pusat perbelanjaan membludak. Hal itu menjadi perhatian serius Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo.

Terlebih, di sejumlah lokasi perbelanjaan tersebut mengabaikan protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah. Bahkan, pengunjung Pasar Kobong ditemukan 26 positif virus corona (COVID-19).

Untuk itu, Ganjar menginstruksikan kepada seluruh bupati dan wali kota untuk menutup mall, supermarket ataupun pasar jika pengelola tidak bisa melakukan pengontrolan ketat terhadap pengunjung.

Ganjar mencontohkan, di Kota Semarang terjadi lonjakan kasus secara signifikan akibat masyarakat masih nekat berkunjung ke pasar, mall maupun supermarket. Salah satu kejadiannya berada di Pasar Kobong.

"Karena kita terjadi peningkatan, kemarin di Semarang di Pasar Kobong ada 26 positif dan ternyata dari Demak. Sehingga OTG-nya banyak. Karena ini kondisinya sudah kritis," kata Ganjar di rumah dinasnya di Kota Semarang, Jumat (22/5/2020), dikutip dari laman humas.jatengprov.go.id.

Baca Juga: Pemprov Jateng Beri Bantuan Bahan Baku untuk UKM Terdampak COVID-19

Dia langsung memerintahkan agar bupati dan wali kota se-Jawa Tengah untuk segera mengetatkan protokol kesehatan.

Bahkan jika masih terdapat kerumunan, Ganjar menginstruksikan agar bupati maupun wali kota tidak segan bertindak tegas. Menurut Ganjar, saat ini situasinya sudah semakin membahayakan, terlebih di pusat-pusat keramaian.

"Saya minta yang tidak bisa melakukan pengontrolan ketat pada mereka yang hendak belanja di pasar, mall, supermarket, lebih baik tutup saja. Karena ini kondisinya sudah kritis. Banyak orang datang berbelanja karena sudah terima THR, banyak uang cash jadi ini sangat berbahaya," tegasnya. 

Selain penutupan mall dan pasar, Ganjar juga meminta agar para pemimpin daerah kompak menginstruksikan warganya untuk menjalankan salat Idul Fitri di rumah.

"Saya berharap semua mengajak 'Yuk Salat Ied di rumah'. Lagipula Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah memberikan guidance-nya sehingga kita akan lebih tenang," tukas Ganjar.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0