7 Kota di Indonesia yang Terancam Gempa Besar di Masa Depan :: Nusantaratv.com

7 Kota di Indonesia yang Terancam Gempa Besar di Masa Depan

Indonesia Merupakan Negara Yang Rentan Terkena Gempa. Geografis Indonesia Terletak Di Tengah-Tengah Daerah
7 Kota di Indonesia yang Terancam Gempa Besar di Masa Depan
Jalur daerah di Indonesia yang dilewat sesar geser aktif.

Jakarta, Nusantaratv.com - Indonesia merupakan negara yang rentan terkena gempa. Geografis Indonesia terletak di tengah-tengah daerah Cincin Api Pasifik, jalur gempa Sabuk Alpide, dan di atas beberapa lempengan tektonik yang membuat Indonesia punya banyak gunung berapi.

Cincin Api Pasifik digadang-gadang menjadi penyebab Indonesia sering mengalami gempa dan jawaban dari pertanyaan mengapa banyak gunung berapi di sini.

Menurut laporan dari Live Science, Cincin Api Pasifik diklaim sebagai sabuk gempa terbesar di dunia oleh U.S. Geological Survey (USGS).

Oleh karena itu tak heran Indonesia menjadi kawasan yang rentan terkena gempa atau letusan gunung berapi. Seperti yang baru-baru ini terjadi, yakni gempa dan tsunami di Palu.

Gempa berkekuatan 7,4 SR dan tsunami berketinggian 1,5-2 meter di Palu, serta gempa-gempa lain yang terjadi di sepanjang tahun ini harusnya membuat kita lebih sadar akan rawannya Indonesia terhadap gempa.
Ada baiknya kita bersiap diri dengan segala kemungkinan buruk yang akan terjadi. Salah satu persiapannya yaitu dengan mengetahui, kawasan mana yang berkemungkinan menjadi kawasan rawan gempa ke depannya.

1. Jakarta

Ibu kota Indonesia terletak di kawasan jalur gempa. Achraff Koulali, ahli geodesi Australia memaparkan telah menemukan sesar aktif, yang merupakan kepanjangan dari Sesar Baribis, melintang sekitar 25 km di selatan Jakarta.

Pemaparan itu kemudian diamini oleh pakar geologi LIPI, Dr. Danny Hilman Natawidjaja.
Menurut temuan Koulali, Sesar Baribis melintang dari Purwakarta, Cibatu (Bekasi), Tangerang, dan Rangkasbitung.

Yang apabila ditarik lurus dari Cibatu ke Tangerang, sesar ini melewati beberapa kecamatan di Jakarta seperti Cipayung, Ciracas, Pasar Rebo, dan Jagakarsa.

Sesar aktif ini berkemungkinan akan menimbulkan gempa berkekuatan 7 SR yang bisa meluluhlantahkan Jakarta di masa depan.

2. Sesar Lembang di Bandung

Sesar Lembang merupakan salah satu sesar yang paling ditakuti akan menjadi sumber gempa.

Dengan kawasan yang memanjang sepanjang 29 km dan berada pada 8 km utara kota Bandung, sesar ini berpotensi menjadi sumber gempa dengan posisinya yang membelah Bandung.

Gempa telah beberapa kali mengguncang sesar Lembang dengan tingkat getaran yang tidak begitu besar. Walaupun begitu, sesar Lembang diprediksi berpotensi gempa 6,8 SR.

3. Jogjakarta

Jogja tercatat sebagai kawasan yang tidak bisa dipisahkan dengan gempa. Gempa terakhir yang memporakporandakan Jogja terjadi pada 2006, dengan korban jiwa sebanyak 6.652 orang.

Tercatat ada 5 gempa besar yang pernah menerjang Jogja, di antaranya pada 1867, 1937, 1943, 1981, dan 2006. Dari data tersebut, tak menutup kemungkinan Jogja bisa diguncang kembali oleh gempa.

4. Pesisir barat Sumatera

Gempa terakhir yang menerjang wilayah Sumatera terjadi pada 2009. Gempa sebesar 7,6 SR meluluhlantahkan Padang dan sekitarnya hingga memakan 1.117 korban jiwa.

Padang dan daerah di sekitar pesisir barat Sumatera terletak di kawasan bertemunya 2 lempeng Eurasia dan Indo Australia.

Sebab itu, ada baiknya warga Padang dan pemerintah bersiap dengan kemungkinan buruk akan terjadinya gempa lagi di sana.

5. Bengkulu

Bengkulu menjadi daerah rawan gempa selanjutnya di Sumatera. Itu karena Bengkulu punya kawasan berpotensi gempa dari sesar Mentawai yang terletak di sekitar 100-200km sebelah barat pantai Sumatera.

Kawasan potensi gempa itu terbentuk karena adanya perbenturan lempeng Samudera Hindia-Australia dengan lempeng Eurasia.

Bengkulu setidaknya telah beberapa kali diguncang gempa, yakni pada 1883, 2000, 2007, dan 2016. Oleh karena itu, tidak ada salahnya warga Bengkulu bersiap dengan kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi ke depannya.

6. Ambon

Georg Everhard Rumphius, salah satu warga Belanda yang lama tinggal di Ambon membuat manuskrip yang mencatat gempa terbesar di Ambon. Pada 17/2/1674, Ambon dan sekitarnya digoncang gempa dan disapu gelombang tsunami setinggi 80 meter dari Laut Banda.

Ambon secara tektonik memang rawan gempa. Tataan Tektonik menunjukkan jika Ambon dan Pulau Seram diapit dua sumber gempa. Wilayah Utara Ambon didesak oleh zona subduksi Seram yang aktif dan dari Selatan ada struktur sesar yang dikenal dengan South Seram Thrust.

Letak tektonik Ambon itu yang membuat wilayah ini menjadi salah satu kawasan yang ‘ramah’ gempa.

7. Sulawesi Utara

Kawasan Sulawei Utara dan Halmahera sebelah timur merupakan daerah rawan gempa dan tsunami.

Mengacu pada peta kawasan rawan gempa, bagian utara Sulawesi dan Halmahera sering mengalami gempa dangkal.

Gempa dan tsunami dahsyat pernah menerjang Manado pada 1837. Gempa itu terjadi karena letak Manado yang berada di lajur patahan tektonik.

Bencana alam seperti gempa dan tsunami akan datang tanpa permisi. Namun, lewat ilmu pengetahuan kita bisa mengantisipasi datangnya musibah tersebut guna meminimalisir korban jiwa.


Persiapan bukan hanya perlu dilakukan oleh pemerintah dan peneliti, namun juga masyarakat sekitar. Kenali dengan betul wilayahmu yang berpotensi gempa guna bisa mengantisipasi kerugian, jiwa dan materi, yang berlebih.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
1